Home / Berita / Internasional / Asia / Jakarta Akan Jadi Tuan Rumah Rekonsiliasi Hamas-Fatah

Jakarta Akan Jadi Tuan Rumah Rekonsiliasi Hamas-Fatah

Anggota DPR Fraksi PKS, Al Muzzammil Yusuf. (fpks.or.id)
Anggota DPR Fraksi PKS, Al Muzzammil Yusuf. (fpks.or.id)

dakwatuna.com – Jakarta. Kaukus Parlemen Indonesia untuk Palestina meminta faksi-faksi besar Palestina melakukan rekonsiliasi.

Wadah kerja sama parlemen, anggota Organisasi Kerjasama Negara-negara Islam (OKI) di Indonesia ini mengatakan, akan menjadikan Jakarta sebagai tuan rumah rekonsiliasi tersebut.

“Kedua pimpinan faksi untuk bersama-sama ke Indonesia, Januari ataupun Maret mendatang (2013),” Kordinator Kaukus, Al Muzzammil Yusuf mengatakan demikian, saat ditemui di Jakarta, Ahad (16/12). Kata dia kesepakatan parlemen OKI tekad menyatukan dua faksi yang saling tidak mengakui ini.

Hamas dan Fattah berseturu sejak 2007 silam. Hamas adalah faksi yang menguasai Jalur Gaza, sedangkan Fattah adalah pemerintahan sah yang diakui internasional di Tepi Barat, Palestina. Keduanya memiliki pemimpin yang berbeda, dan berada di wilayah pemerintahan yang berbeda.

Beberapa negara-negara OKI, termasuk Mesir dan Turki gencar mendorong rekonsiliasi keduanya. Akan tetapi kerap kandas lantaran persoalan-persoalan diplomasi. Yusuf mengatakan Indonesia dipercaya untuk mencoba mengakhiri kemelut tersebut.

Kata dia, rekonsiliasi diperlukan untuk memudahkan langkah kemerdekaan Palestina, pascameningkatnya status nonanggota di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Dia menambahkan, forum antarparlemen menyepakati adanya kerjasama untuk saling meningkatkan peran diplomatik di Parlemen PBB (IPU).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Republik Indonesia, Michael Tene mengatakan rekonsiliasi kedua faksi, adalah salah satu misi diplomatik yang belum tuntas. Kata dia, pemerintah hanya mampu untuk mendorong keduanya agar akur dan dapat bekerjasama.

Hal tersebut kata dia, tentu akan membantu penyelesaian konflik tua antara Palestina dan Israel. “Kita (Indonesia) terus mendorong (rekonsiliasi) agar saling bekerjasama,” ucap Tene, saat dihubungi, Ahad (16/12).

Duta Besar Palestina di Indonesia, Fariz Mehdawi mengatakan, berterimakasih jika pemerintah Indonesia dapat memfasilitasi rekonsiliasi antar faksi. Kata dia, Indonesia telah banyak membantu dan punya komitmen kuat untuk mendukung setiap kemajuan bagi Palestina.

Kata dia, rekonsiliasi antar faksi sejak lama menjadi persoalan. Pascaserangan Israel ke Gaza dan meningkatnya status Palestina di PBB, menurutnya dapat dijadikan awal baru untuk bersatu. “Upaya untuk kerjasama (antar faksi) sudah dilakukan. Kami akan terus melakukan,” ujar Fariz. (Heri Ruslan/Bambang Noroyono/ROL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Masihkah kita BERMIMPI???

  • innamal mu’minuuna ikhwatun.

Lihat Juga

Stadium general di aula Universitas Islam As-Syafiiyah. (aspacpalestine.com)

Peringati Hari Solidaritas Palestina, ASPAC for Palestine Gandeng UIA Gelar Stadium General

Organization