Home / Berita / Internasional / Asia / Israel Telah Penjarakan Ratusan Guru Palestina

Israel Telah Penjarakan Ratusan Guru Palestina

Ilustrasi - Tawanan Palestina di Penjara Israel. (sahabatalaqsha/ROL)
Ilustrasi – Tawanan Palestina di Penjara Israel. (sahabatalaqsha/ROL)

dakwatuna.com – Nablus. Pusat Studi Tawanan dan HAM “Ahrar” meminta kepada asosiasi guru Palestina dan Departemen Pendidikan dan Pengajaran di hari guru Palestina agar mengkristalkan kepeduliannya terhadap guru Palestina yang menjadi tawanan di penjara Israel.

Ketua Pusat Studi Ahrar, Fuad Hufasy, menegaskan bahwa kelompok guru termasuk kelompok besar yang dijebloskan dalam penjara Israel. Kelompok guru sepanjang sejarah perjuangan Palestina selalu menjadi terdepan dalam melawan penjajah Israel.

Hufasy menambahkan kewajiban semua pihak adalah menghargai kelompok masyarakat dari kalangan guru ini.

”Sebab merekalah yang mendidik anak bangsa tentang nasionalisme dan kepahlawanan yang memberikan contoh dalam kesabaran dalam mewujudkan cita-cita hingga harus ditebus dengan penjara,” kata Hufasy dalam pernyataan tertulisnya yang dikutip Infopalestina.

Hufasy juga menyatakan bahwa penjajah Israel sengaja membidik kelompok masyarakat Palestina dari kalangan guru untuk dijebloskan dalam penjara karena peran penting mereka dan peran besar mereka dalam membina generasi.

Di hari guru ini, Hufasy menegaskan agar mereka diperhatikan sebab jumlah tawanan Palestina di penjara Israel dari kalangan guru sebanyak 120 orang. Mereka semua ditangkap Israel saat dalam proses belajar mengajar di depan murid mereka. (Didi Purwadi/ROL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 7,40 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Kemuliaan Seorang Pengajar Kebaikan (Selamat Hari Guru Nasional)