Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Jaga Detikmu!

Jaga Detikmu!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
(inet)
(inet)

dakwatuna.com – “Kita hanya perlu menjaga detik demi detik yang kita miliki”

Suatu pagi di sebuah ruang keluarga terjadi perbincangan antara seorang anak berusia 8 tahun dengan ayahnya. Perbincangan dimulai oleh sang anak dan ayahnya pun menjawab pertanyaan-pertanyaan yang meluncur deras dari bibir kecil sang anak.

Anak : “Yah, aku boleh tanya sesuatu ga?”

Ayah : “Boleh dong anakku, memang mau tanya apa sih, kok sepertinya serius banget.”

Sang ayah dengan penuh kasih melayani pertanyaan anak kesayangannya yang mulai besar dan cerdas tersebut.

Anak : “Yah, mungkinkah seseorang itu tidak melakukan dosa seumur hidupnya?” (sang anak memancing ayahnya dengan sebuah pertanyaan)

Ayah : “Hmm… Kalo menurut ayah hal itu sangat sulit, bahkan mungkin selain nabi Muhammad yang ma’sum, hampir tidak ada satu manusia pun yang bebas dari dosa.”

Sang anak terlihat belum hendak menuntaskan dahaga pertanyaannya, dia pun melanjutkan pertanyaannya.

Anak : “Oh, gitu ya yah, lalu apakah ada seseorang yang dalam waktu satu tahun bisa terhindar dari dosa?”

Ayah : “Satu tahun waktu yang cukup lama, sepertinya masih sulit untuk manusia zaman ini terhindar dari dosa selama itu.”

Sang anak bertanya kembali…

Anak : “Yah, bagaimana jika dalam satu bulan, mungkinkah seseorang terhindar dari dosa?”

Ayah : “Sepertinya masih sulit anakku, manusia mudah lalai dan lupa.”

Sang ayah dengan penuh kesabaran dan menunjukkan sayangnya terus melayani pertanyaan demi pertanyaan anaknya. Sang anak pun bertanya kembali.

Anak : “Bagaimana jika dalam waktu satu hari ayah, mungkinkah seseorang bisa terhindar dari dosa?”

Sang anak terus menerus melontarkan pertanyaan menunjukkan ketidakpuasan akan jawaban demi jawaban yang diberikan ayahnya.

Ayah : ”Dalam sehari, dengan kesibukan dan aktivitas seseorang nampaknya juga sulit nak, manusia masih mungkin melakukan kesalahan demi kesalahan dan dosa tanpa terkecuali.”

Sang ayah semakin penasaran dengan pertanyaan-pertanyaan anak kesayangannya, namun dia tetap ingin menunggu anaknya selesai bertanya. Sang anak bertanya kembali.

Anak : “Ayah, mungkin ini pertanyaan terakhirku. Mungkinkah dalam waktu satu detik seseorang terhindar dari dosa?”

Ayah : “Sangat mungkin anakku, bahkan peluang itu sangat terbuka. Dalam waktu satu detik manusia bisa terus menerus berada dalam ketaatan dan terhalang dari dosa.”

Anak : “Baik ayah, berarti aku hanya perlu menjaga detik-detikku dalam ketaatan pada Allah subhanahu wata’alaa, sehingga dengan detikku yang terjaga, menitku pun akan terjaga, jamku akan terjaga, hari-hariku pun akan terjaga. Bukankah hidup ini hanya kumpulan detik demi detik ayah.”

Sang ayah pun menangis bahagia sambil memeluk anak yang sangat disayanginya itu.

***

Dari sepenggal kisah di atas dapat diambil sebuah simpulan bahwa manusia sering terjebak dengan angan-angan dan kondisi yang terasa sulit untuk menjaga dalam ketaatan kepada Allah dan terhindar dari khilaf dan dosa. Padahal sangat simpel jawabannya, Anda hanya perlu menjaga detik Anda saja. Dengan detik demi detik yang Anda jaga, ia akan menjadi menit, menit demi menit yang Anda jaga, ia akan jadi jam. Jam demi jam yang Anda jaga, ia akan jadi hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya. Jaga detikmu.

1 detik waktu yang cukup untuk berniat syahid di Jalan Allah.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa mati, sedang ia tidak pernah berjihad dan tidak mempunyai keinginan untuk itu, ia mati dalam satu cabang kemunafikan.” (Muttafaq Alaihi).

1 detik waktu yang cukup untuk berniat melakukan amal shalih.

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al-Khattab, dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan”. (HR. Bukhari, Jami’ush Shahih, no. 45, 163; Muslim, Jami’ush Shahih, no.  1907)

1 detik waktu yang cukup untuk berdoa memohon surga dan terhindar dari neraka.

“Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar dimasukkan
ke dalam Surga dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa Neraka. ”(
HR. Abu Dawud no. 792, Ibnu Majah no. 910, Ibnu Khuzaimah no. 725,dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, Imam an-Nawawi dan Syaikh al-Albani)

1 detik adalah waktu yang cukup untuk berdzikir Subhanallah, atau Laa ilaha illallah, atau Alhamdulillah, atau Allahu akbar

Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: ‘Sesungguhnya membaca “subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar)” adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari.” (HR. Muslim no. 2695).

1 detik juga waktu yang cukup untuk tersenyum dan membahagiakan saudaramu.

Dari Abu Dzar RA, dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Rasulullah Saw bersabda, “Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria.” (HR. Muslim).

Tidak perlu membayangkan ibadah yang berat-berat, jalankan yang paling mudah terlebih dahulu, perlahan sambil menambah intensitas ibadah Anda. Anda hanya perlu menjaga detik-detik Anda agar tidak berlalu dalam kesia-siaan.

Kalau kita tidak menyibukkan diri dengan kebaikan maka jiwa kita

 akan disibukkan dengan sesuatu yang tidak bermanfaat.

Jaga detikmu!

Wallahu a’lam bish showab.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 9,60 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sefrizal Permana
Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan aktifis KAMMI, tinggal di Rajabasa, Bandar Lampung.

Lihat Juga

Kamu adalah Temanmu