Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Rahasia Kemenangan

Rahasia Kemenangan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

perumahan2dakwatuna.com – Sebut saja namanya Ibu Budi. Sebenarnya tidak ada yang luar biasa yang dikerjakannya. Hampir setiap malam menerima anak-anak tetangga mengaji di rumahnya, sekali dua minggu memfasilitasi diadakannya sekolah bagi ibu-ibu di lingkungannya. Pastinya sekolah informal. Sekolah ibu ini kegiatannya sederhana, ibu-ibu berkumpul di sebuah rumah, kemudian diberikan materi-materi kontemporer berkaitan dengan masalah rumah tangga, tumbuh kembang anak atau belajar keterampilan.

Walau kegiatannya sederhana, tapi efeknya luar biasa. Saat pemilu beberapa tahun lalu di TPS nya partai yang di usung Ibu Budi menang telak, padahal di tempat lain rata-rata kalah. Orang tua murid yang mengaji di rumah Ibu Budi mengatakan, mereka memilih partai Ibu Budi karena kontribusi Ibu Budi yang telah mengajarkan anak-anak mereka mengaji dan juga kontribusi Ibu Budi pada masyarakat melalui sekolah ibu yang diadakannya.

Rahasia kemenangan itu terletak pada seberapa besar kontribusi kita kepada umat ini. Sejauh mana kita berbuat nyata untuk masyarakat. Bukan sekadar retorika atau teori belaka. Berbuat, berbuat dan berbuat. Give more, give more, give more!!! Jika kita jauh dari masyarakat bagaimana mungkin masyarakat akan menaruh simpati pada kita, mau percaya pada kita dan mau mengikuti apa yang kita inginkan.

Kegiatan politik adalah bagian dari dakwah, tapi hari ini kita menemukan kepercayaan publik pada partai politik mengalami stagnasi atau mungkin degradasi termasuk partai dakwah. Kita harus introspeksi diri, mengapa hal itu terjadi?

Banyak yang bisa kita perbuat di lingkungan terkecil kita. Mengajar anak-anak mengaji, perkumpulan remaja, sekolah ibu, memberikan keterampilan untuk ibu-ibu, dakwah bil qalam, senam bersama atau sekadar silaturahim ke tetangga. Beri apa yang mereka butuhkan, dengarkan keluhan mereka, layani mereka dengan tulus. Atau dalam bahasa marketingnya adalah total customer care. Total dan tuluslah dalam melayani mereka. Tapi jangan hanya saat pemilu saja, atau dekat-dekat kampanye baru mendekat kepada masyarakat. Kita harus
melakukannya secara simultan, tak kenal jeda, tak kenal waktu, di mana saja, kapan saja.

Yang penting dari itu semua, sebenarnya yang kita lakukan bukan sekadar agar kita bisa meraih kemenangan. Total customer care yang kita lakukan kepada umat sesungguhnya adalah karena syukur kita pada Allah. Karena walaupun kita sujud seribu tahun di sepertiga malam, atau kalau kita puasa sepanjang hari kita tak kan pernah mampu membayar segala nikmat yang Allah berikan. Berkontribusi kepada umat adalah realisasi syukur kita pada Allah SWT.

Selamat berjuang sahabat, buatlah perencanaan di sudut mana kita ingin berkontribusi. Semoga itu menjadi jalan amal yang akan memberatkan timbangan kita kelak di yaumul akhir……

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,20 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Konselor Laktasi dari Sentra Laktasi Indonesia dan Penggiat Smart Parenting. Dosen STIE Dharma Andalas Padang.

Lihat Juga

gadget

Anak-Anak di Era Digital dan Media Sosial