Home / Berita / Daerah / PBNU Minta Kader NU Tidak Berebut Jadi Cagub Jatim

PBNU Minta Kader NU Tidak Berebut Jadi Cagub Jatim

Ketua PBNU Said Aqil Siradj. (Tribunnews)

dakwatuna.com – Jakarta. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung kader NU yang berniat maju sebagai calon gubernur dalam Pilkada Jawa Timur, namun tidak boleh saling berebut di antara sesama kader.

“Bagaimana caranya supaya tidak berebut, itu yang nanti kita diskusikan dengan para kiai,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Selasa.

Jawa Timur merupakan daerah basis NU, maka sudah selayaknya kader NU tampil memimpin provinsi itu sebagai gubernur, ujar Said Aqil.

Untuk itu, akan dicari jalan terbaik agar hanya ada satu kader NU yang tampil di Pilgub Jatim supaya peluang untuk menang lebih besar.

“Nanti kita jajaki, kita ukur dengan matang. Tapi yang jelas harus NU,” kata Said Aqil.

Saat ini, kader NU Saifullah Yusuf yang juga salah satu Ketua PBNU menjabat sebagai Wakil Gubernur Jatim mendampingi Gubernur Soekarwo dari Partai Demokrat.

Pada Pilgub Jatim 2008, Soekarwo-Saifullah Yusuf mengalahkan Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Muslimat NU, yang berpasangan dengan mantan Kepala Staf Kodam V/Brawijaya Brigjen TNI (Purn) Mudjiono setelah bertarung dalam tiga putaran.

Untuk Pilgub Jatim 2013, Saifullah Yusuf yang sebelumnya disebut-sebut kembali akan berpasangan dengan Soekarwo, dikabarkan akan maju sendiri sebagai calon gubernur.

Sementara itu, sejumlah kalangan di Jawa Timur juga menginginkan agar Khofifah kembali maju sebagai calon gubernur karena dianggap sebagai satu-satunya calon yang mampu menandingi kekuatan Soekarwo.

Namun, Menteri Pemberdayaan Perempuan era pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid itu belum mengambil keputusan.

Kemungkinan akan bersaingnya antarkader NU sebagai calon gubernur dalam Pilkada Jatim 2014, menjadi keprihatinan sejumlah kalangan NU karena dikhawatirkan suara warga NU akan terpecah sehingga posisi gubernur gagal diraih.

Menurut mantan Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, warga NU harus belajar dari Pilgub Jatim 2008, dimana dua kader NU, Khofifah dan Saifullah Yusuf, saling “bertarung”.

Jika kader NU yang maju hanya satu orang, kata Hasyim, maka peluang menang cukup besar. Tapi, lanjutnya, kader NU harus maju sebagai calon gubernur, bukan wakil gubernur.

“Hendaknya kita belajar dari nasib Saifullah Yusuf yang ternyata tidak diberi peran apa-apa selama jadi wagub. Padahal sudah menggunakan label NU,” katanya. (S024/S023/Heppy/Ant)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Tentang Kader dan Wajihah Kita