Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Haramkah Shalat Pakai Kaos Oblong?

Haramkah Shalat Pakai Kaos Oblong?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Ini obrolan khusus untuk kalangan kaum lelaki. Yaitu ketika para lelaki berangkat shalat ke mushalla/masjid. Pernahkah kita memperhatikan rekan-rekan sekalian ketika hendak shalat berjamaah? Atau tak perlu jauh-jauh, kembalikan saja pertanyaan berikut ini pada diri sendiri. Pakaian seperti apa yang kita kenakan ketika berangkat untuk shalat berjamaah ke masjid?

Marilah sejenak kita memperhatikan anjuran/perintah Allah yang cukup mudah yang terdapat di dalam Al-Quran. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-A’raf ayat 31: “Wahai anak cucu Adam, Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid…”. Dalam ayat tersebut, fokus redaksinya: “Pakailah pakaianmu yang bagus.” Di sini saya menebalkan kata yang bagus.

Bisa kita sadari, betapa Allah SWT sangat memahami keadaan seluruh umat muslim: tidak semuanya berpunya. Betapa anjuran Allah SWT ini sangat ringan. Bukan perintah untuk mengenakan pakaian terbagus, tetapi pakaianmu yang bagus. Terbayang jika orang miskin yang setahun saja belum tentu beli pakaian baru diperintahkan untuk memakai pakaian terbagus. Mereka pasti tak punya. Tetapi, pakaiannya yang terbagus dari yang dia miliki, pasti ada. Meskipun mungkin tak akan menandingi pakaian terjelek milik orang kaya.

Namun miris, karena kenyataannya yang sering saya jumpai adalah rekan-rekan yang lumrah berpakaian “seadanya” ketika ke masjid untuk shalat berjamaah. Ada yang memakai sarung dengan atasan sekadar kaos singlet berlengan warna putih. Atau, memakai celana jeans, disertai kaos oblong dengan banyak tulisan pemecah konsentrasi orang lain. Dan yang lain sebagainya, yang serba seadanya.

Mungkin kita tidak asing dengan kalimat yang biasa diguyonkan berikut. “Ketika kita akan menemui pejabat saja kita berpakaian sangat rapi. Lantas, mengapa ketika menemui Sang Pencipta, kita berpakaian seadanya?” Seharusnya guyonan seperti ini bukan sekadar dikelakarkan saja, tetapi diambil hati dan dilaksanakan dengan kesadaran diri.

Coba perhatikan seseorang yang ketika shalat memakai kaos oblong. Saat sedang sujud, secara tidak disadari kaos oblong tersebut akan mengangkat mengikuti pergerakan bahu yang sedang sujud. Ketika itulah, pinggang belakang akan tersingkap. Dan yang sangat mengganggu adalah, kadang celana dalam orang berkaos oblong tersebut akan menyembul – berbalapan dengan lingkar pinggang celananya. Bukankah betapa sangat tidak sopan terhadap orang yang ada di belakangnya? Dalam keadaan shalat, ia pamer bokong.

Ada sebuah kaidah ushul fiqih yang pernah saya tahu: hal yang menjadi syarat sebuah perkara wajib, maka ia menjadi wajib pula. Seperti misalnya shalat yang bersifat wajib. Maka wudhu yang harus diambil ketika hendak melaksanakan shalat tersebut, menjadi perkara yang wajib pula.

Begitu pun pula dengan perkara shalat memakai kaos oblong ini. Perkara yang menjadikan shalat kita menjadi batal, maka hal tersebut harus ditinggalkan. Jika kita masih mengerjakan perkara yang bisa membatalkan shalat kita tersebut, maka perkara tersebut menurut saya mungkin saja bisa menjadi haram.

Karena, bukankah shalat yang batal disengaja tak lebih dari tidak shalat. Tidak shalat maka berarti meninggalkan kewajiban. Dan tidakkah meninggalkan kewajiban bagi seorang mukmin adalah sebuah perkara yang haram?

Namun memang, tidak serta merta memakai kaos oblong ketika shalat menjadi haram. Toh, tidak semua kaos oblong berpotensi membuka aurat ketika sujud. Hanya saja, kembali kepada firman Allah SWT tadi. Bukankah lebih utama kita menjaga keutamaan shalat kita dengan tidak sekadar beroblong? Wallahu a’lam…

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (47 votes, average: 7,23 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mubaroq Dinata
Aktivis KAMMI Daerah Lampung, Mahasiswa Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Lampung.
  • anak kosan seperti saya lumayan susah kalo harus selalu memakai kemeja, insya Allah tidak hanya kaos, kemeja atau baju koko pun yang wajib diperhatikan adalah kebersihannya.. wallahuaa’lam

    • Mubaroq Dinata

      iya mas feri. saya juga memang lebih banyak punya kaos oblong daripada kemeja.
      tapi, ketika sholat berjamaah ke masjid, saya selalu berusaha untuk menutupi kaos oblong tsb dengan baju, maupun jaket’ supaya jangan kalah rapi dibanding ketika kita main keluar. dan tentunya yang bersih pula. hhee… salam anak kosan mas feri :)

      • imam zakiudin

        iya itu saya paling gak suka kalo lihat orang didepan saya lg sujud kelihatan pantatnya…….!!!!!

  • Kalau boleh saya ambil kesimpulan, yg jd permasalahannya yakni “akibat dari memakai kaos oblong yg dapat menyebabkan hal yg disebutkan diatas”

    Coba perhatikan seseorang yang ketika shalat memakai kaos oblong. Saat sedang sujud, secara tidak disadari kaos oblong tersebut akan mengangkat mengikuti pergerakan bahu yang sedang sujud. Ketika itulah, pinggang belakang akan tersingkap. Dan yang sangat mengganggu adalah, kadang celana dalam orang berkaos oblong tersebut akan menyembul – berbalapan dengan lingkar pinggang celananya. Bukankah betapa sangat tidak sopan terhadap orang yang ada di belakangnya? Dalam keadaan shalat, ia pamer bokong.

    Saya rasa ini berlaku untuk semua jenis baju/kain/pakaian dll . . .

    • Mubaroq Dinata

      iya mas. tapi yang paling berpotensi adalah ketika pakai kaos oblong. hhee…

      • hudhud

        coba di kaji ulang tentang kaos oblong yang longgar.

  • Guest

    bro, belajar lagi lah cara menulis yang benar.
    terutama untuk menulis artikel yang akan anda posting!
    ini sangat konyol! kalau tak boleh saya mengatakan islam anda yang dangkal!

  • Trisna Rahmat Hidayat

    Cara menjatuhi hukum dalam islam harus hati2. Jangan sampai mwngharamkan yg halal atau menghalalkan yg haram. Semua harus berdasarkan Al Qur an dan Sunnah. Jangan sampai kita bermain main dengan pikiran kita.

  • Mubaroq Dinata

    Maaf mas2 dan mbak2 pembaca sekalian, jika salah mempersepsikan tulisan saya ini.
    Mohon untuk dibaca secara keseluruhan, dan dipahami garis besar tulisan ini.
    Jangan terlalu kaget dengan judul yg kontroversial.
    Wallahua’lam :)

    • Yha

      “Jangan terlalu kaget dengan judul yg kontroversial.”

      maka dari itu lbih baik koreksi, jangan smbarangan buat judul.!!

  • mas alfiand

    yang nulis bukan ustad, tapi anak muda !!!

    • Mubaroq Dinata

      dan untuk menulis pun tidak perlu menjadi seorang ustadz terlebih dahulu. right? :)

      • hudhud

        balligu anni walau ayah,,,(sampaikan lah sesuatu dariku walaupun hanya satu ayat).
        ga usah jadi ustazd, karena kita semua memiliki beban da’wah yang sama.
        tapi sampaikan apa saja yang kita sudah ketahui, karena berbicara tanpa ilmu merupakan dosa besar.
        semoga allah memberikan ilmu kepada kita dan mampu untuk mengamalkannya dan mendakwahkanya kepada saudara kita dengan tutur kata dan penyampaian yang bijak.

  • Sebenarnya klo tulisan ini dimaksudkan sebagai sebuah kajian fiqh, tidak masuk kriteria karena selain argumentasinya tidak memadai, penulis juga terlihat tidak memiliki kecakapan dalam ilmu fiqih. Ini bisa dilihat dari pernyataan (1) “Ada sebuah kaidah ushul fiqih yang pernah saya tahu: hal yang menjadi syarat sebuah perkara wajib, maka ia menjadi wajib pula.” dan juga dari pernyataan (2) “maka perkara tersebut menurut saya mungkin saja bisa menjadi haram”. Dari pernyataan (1)menunjukkan penulis tidak memiliki kecakapan dalam ilmu fiqih dan dari pernyataan (2) penulis masih ragu ketika menjatuhi hukum suatu perkara, kata “mungkin” menjadi indikatornya.

    Tapi klo tulisan ini dimaksudkan kepada anjuran/himbauan agar memperhatikan pakaian ketika sholat, (tidak mengakhiri pembahasan tentang boleh/tidak memakai kaos oblong ketika sholat), maka argumentasi yang disampaikan cukup “kena”. Jadi sebaiknya tidak usah membahas fiqih Mas klo belum memiliki kecakapan dalam hal tersebut. Syukron

    • Mubaroq Dinata

      jazakumullah mas Mulyono…
      ya, saya memang lebih bermaksud pada poin kedua antm.
      SAYA PRIHATIN, saat ini banyak orang yang ketika sholat berjamaah ke masjid, gemar beroblong ria. namun ketika ke kampus, atau ke kantor, rapi nian. wangi pula. bukankah itu terbalik?
      dan jazakumullah juga buat semua yang telah berkomentar. mohon maaf jika kata2 saya tidak berkenan. salam silaturrahim. salam pembelajar. :)

  • andi rishadi

    Barokallah ya akhhi,
    sebenarnya niat antum sudah baik mengingatkan kita kepada para pembaca untuk memakai pakaian yang tidak membuka aurat ketika sholat, karena dapat membatalkan sholat itu sendiri,
    namun, maaf, saya membaca artikel antum di nilai dari cara menyampaikan kurang ‘sedap’ di baca.

  • Yha

    konyol banget ni tulisan..!!

  • Ikut berkomentar ah, sebenarnya permasalahannya bukan pada jenis pakaian yang ia kenakan tetapi pada pakaian yang menyebabkan tersingkapnya bagian belakang pengguna sehingga mengganggu orang di belakanggnya. Sekedar cerita pengalaman saya sendiri. Mungkin orang Indonesia beranggapan bahwa menggunakan sarung dan koko saat solat itu adalah pakaian yang terbaik. Tapi saya sendiri sering mengamati kalo orang solat menggunakan sarung itu saat dia hendak sujud dari ruku sebagian besar akan terlihat lututnya. Apakah dengan ini sarung juga menjadi haram? ayat al-Qur’an yang saudara kutip sendiri mengatakan Pakaian yang bagus, nah kalo memang kaos yang ia kenakan itu adalah kaos yang paling bagus bagaimana? kasian dong jadi ga bisa solat. Kalo menurut saya jangan bermain2 dengan hukum, apalagi sampai memfonis ini haram itu haram. ngeri jadinya.

    • york

      saya setuju dengan pendapat mas… hati hati dengan sebuah tulisan yg bisa mengecoh keyakinan kita jadi salah…

  • judulnya kurang pas,tdk efektif untuk menjelaskan esensinya,….semoga Allah memberikan petunjuk yg benar,dan bisa mengaktualisasikan pemikiran antum secara obyektif tanpa nafsu menyalahkan orang lain

  • Mubaroq Dinata

    Sengaja mas. Belajar nulis juga makanya mas, biar faham. :D

    • hudhud

      ya akhi,, coba kita renungkan. klo yang menjadi permasalahan adalah terbukanya aurat, maka berarti bukan zat yang haru kita permasalahkan.

      kalo masalahnya ksopanan bukan berarti haram hukumnya. dan masalah ” ma laa yatimmul wajib ill bihi fahuwa wajib” itu bukan disini tempatnnya. memang Allah meminta kita menggunakan yang baik untuk menghadapnya. tapi bukan berarti kaos oblong buruk kan? coba klo oblonya longgar, tidak bergambar. apa masih harom,,? yang menjadi kasus kita adalah bagaimana supaya pakaian oranag muslim ini baik dan menutup aurat… bukan bgitu.

  • Mubaroq Dinata

    jazakumullah terkhusus buat mas Mulyono…
    ya, saya memang lebih bermaksud pada poin kedua antm.
    SAYA PRIHATIN, saat ini banyak orang yang ketika sholat berjamaah ke masjid, gemar beroblong ria. namun ketika ke kampus, atau ke kantor, rapi nian. wangi pula. bukankah itu terbalik?
    dan jazakumullah juga buat semua yang telah berkomentar. mohon maaf jika kata2 saya tidak berkenan. salam silaturrahim. salam pembelajar. :)

  • andri

    kalo begitu saya ga bakalan shalat berjemaah di mesjid karena baju2 saya jelek… :'( :-D baju umat muslim itu ketaqwaan

    • Bagus MuchtaR

      andri pasti pernah interview kerja kan?

      apa yg andri pakai?
      apa pakaian yang jelek” ?
      apa sebaliknya di usahakan memakai yang bagus” bahkan bela”kan beli atau pinjam?
      itu yang manggil makhluk sampe segitunya…
      masa yang Manggil “Allah SWT” seadanya?
      #thinking

      • andri

        anda ga bakalan mengerti maksud pemikiran saya, saya cuma share pemikiran…!!! tapi saya mengerti maksud anda, apa anda ingat dan sadar orang yang tidak mampu?? jangan kan untuk beli baju baru, makan pun hanya mengandalkan di kasih orang lain…!!! Allah SWT itu tidak memandang seseorang dari luarnya..anda pun tahu..!! baju orang islam itu ketaqwaan…itu maksud saya..kenapa ketaqwaan?? di situ kita shalat ridho ikhlas karena Allah SWT coba jikalau baju nya jelek (tingkat ketaqwaan rendah) pasti kita masuk mesjid hanya untuk riya, takabur, ingin terpuji oleh orang lain! :-) kalau anda merasa benar dengan pendapat anda silahkan..! terima kasih sob…!! :-) saya tidak menentang pendapat anda kita sama sama berjalan ke arah islam..mudah mudahan islam sesuai kehendak Allah SWT amin..!

    • entis sutisna

      masa cowo bilang begitu,,,gimana anda mau bela agama anda bela diri sendiri ja anda g bisa,,,,jaman rosulullah dulu berkorban nyawa untuk jihad di jalan allah,,,sekarang suruh pake baju yg bagus ja k mushola pada ribut subbhanallah

      ingat cerminan keimanan dan ketaqwaan hati adl ucapan dan perilaku

      mana ada perilaku org bertaqwa keberatan pake baju yg bagus kemusholah,,,malah kalo di halal kan dalam islam menggunakan baju dari sutra pasti beliau gunakan,,,,

      • wandi wijaya

        ane kira ga usah diperdebatkan masalah ini.ushul fiqihnya jg ada.apa yg disampaikan melalui artikel diatas memang benar.ada baiknya kita kaji lagi fiqih dasar.syarat sah shalat itu apa saja sih.mau pake kaos atau apapun koko segala macam. yang penting apa?( satrul auroti )= menutupi aurat.suci pakaiannya dari hadas kecil dan besar.aurat laki laki itu sampai mana?( maa baina suuroti warukbati ) anta puser dan dengkul.kalo syaratnya sudah terpenuhi ga usah diperdebatkan .mau pake kaos atau koko sama aja.tetapi memang segala sesuatu itu pasti ada yg lebih afdhal………………wassalam

      • Asep Akong

        Maaf mas says lebih setuju dgn pndpt mas andri, baju umat muslim adalah ketakwaan. Mas bilang sendiri cermin keimanan Dan ketakwaan adalah ucapan dan perilaku. Tp klo mas mengomentari dgn merasa diri benar sama saja mas seperti org pake baju sutra, tp tidak pernah melaksanakan sholat.
        Diterimanya sholat kita bukan karena pakaian, tp kekhusuan qt n pengamalan sholat d khidupan sehari-hari. Maaf mas APA yg saya yakini dalam hati seperti itu. Smoga bisa jadi bahan belajar bagi qt semua n semua kebenaran hanya milk ALLOH SWT.

        • andri

          jangan setuju dulu mas,,,takut salah itu hanya cara pandang saya…!! hehe..!! setiap manusia punya syariat masing masing karena yang di dahulukan fiqih, coba tauhid pasti kita selaras..tapi y begitu lah namanya manusia,,perbedaan untuk kita belajar gimana itu toleransi kepada orang lain…!

      • andri

        maaf anda ga bakalan mengerti maksud pemikiran saya, saya cuma share
        pemikiran…!!! tapi saya mengerti maksud anda, apa anda ingat dan sadar
        orang yang tidak mampu?? jangan kan untuk beli baju baru, makan pun
        hanya mengandalkan di kasih orang lain…!!! Allah SWT itu tidak
        memandang seseorang dari luarnya..anda pun tahu..!! baju orang islam itu
        ketaqwaan…itu maksud saya..kenapa ketaqwaan?? di situ kita shalat
        ridho ikhlas karena Allah SWT coba kalo baju nya jelek (tingkat
        ketaqwaan rendah pasti kita masuk mesjid hanya untuk riya,
        takabur, ingin terpuji oleh orang lain. apakah baju bagus bisa menjamin kita di sebut taqwa “ingat cerminan keimanan dan ketaqwaan hati adl ucapan dan perilaku” ini pendapat anda saya SETUJU ! :-) kalau anda merasa benar
        dengan pendapat anda silahkan..saya tidak menentang kita sama sama berjalan ke arah islam..mudah mudahan islam sesuai kehendak Allah SWT! terima kasih sob…!! :-)

  • CakTho

    Benar adanya kita akan menghambakan pada Alloh SWT sebaiknya kita pakai pakaian yang rapi……….biar doa kita lebih khusuk………..

  • wahyu madura

    Islam itu mudah…islam itu sederhana..

    • entis sutisna

      tapi ingat mudah nya islam bukan untuk di sepelekan,,,,,sederhananya islam tidak seperti membaca novel,,,tanpa harus membhas itu itu kisah nyata apa bukan,,,semua aturan harus detail sesuai alquran dan sunnah

  • Ispandi Didi

    pendapat murahan yang tidak menarik untuk dikomentari

    • entis sutisna

      lebih murahan mana

      org yg peduli terhadap agamanya dan saudara seagamanya ,buat artikel tapi masih kurang bijak cara penyampaian nya?

      orang yg hanya cuek terhadap agamanya dan soudara seagamanya,,malah terkesan ketus ketika ada orang sedang berdakwah namun kurang bijak penyampaianya

      bisa anda jawab sendiri?

  • entis sutisna

    saya dukung kamu terus berkarya untuk agamamu,,dalami islam dengan baik,,,jgn menyerah,,,tapi ingat semua ada aturan nya ,,,gunakan hatimu jgn gunakan pikiran mu

Lihat Juga

Muslim Rohingya yang termarjinalkan di Myanmar (aa.com.tr)

Belasan Masjid dan Madrasah di Myanmar Terancam Diratakan dengan Tanah

Organization