01:01 - Minggu, 21 Desember 2014

Inilah Peta Kekuatan Politik Mesir Pasca Dialog Nasional Bersama Mursi

Rubrik: Afrika | Kontributor: dakwatuna.com - 10/12/12 | 19:32 | 26 Muharram 1434 H

Presiden Mesir Muhammad Mursi (tengah) saat menghadiri pertemuan dengan Wakil Presiden Mesir Mahmud Ekky (kiri), dengan para pemimpin politik dan partai di Istana Kepresidenan di Kairo, 8 Desember 2012. (REUTERS/Egyptian Presidency/Handout)

dakwatuna.com – Peta kekuatan politik di Mesir semakin jelas, pasca diadakannya dialog nasional oleh Presiden Dr. M. Mursi, yang dihadiri oleh mayoritas kekuatan politik dan tokoh-tokoh nasional Mesir. Dialog tersebut menghasilkan Dekrit baru yang ditanggapi berbeda oleh kedua poros politik Mesir.

Status Quo, kelompok anti Mursi yang terkumpul dalam Front Penyelamatan Nasional menolak dekrit baru tersebut setelah sebelumnya juga menolak undangan Mursi untuk berdialog. Bahkan mereka berencana untuk mengerahkan masa esok hari menuju Istana Al Ittihadiyah, guna menolak hasil dan keputusan tersebut, serta meminta penundaan waktu referendum.

Di sisi lain, poros kekuatan politik Islam dan beberapa kelompok lainnya mendukung 100% hasil dialog yang diadakan beberapa hari lalu. Mereka menolak pengunduran jadwal referendum yang akan dilaksanakan pada 15 Desember mendatang. Ir. Jalal Marrah, Sekjend Partai Al Nour mengatakan, “mereka yang menolak Dekrit baru hanya ingin Mesir mundur ke masa lalu.”

Kelompok pendukung Dekrit baru juga berencana mengadakan demonstrasi guna mendukung keputusan tersebut dan meminta Mursi untuk tidak menunda waktu referendum. (Al Ahram/Abu nashar/hdn)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (7 orang menilai, rata-rata: 9,57 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
52 queries in 1,255 seconds.