Home / Berita / Analisa / Dekrit Mohamed Morsi: Pencegahan Atas Kudeta?

Dekrit Mohamed Morsi: Pencegahan Atas Kudeta?

dakwatuna.comFahmi Howeidi, cendikiawan  Mesir telah memberikan analisanya tentang keluarnya dekrit Presiden Mesir, Mohamed Morsi dalam sebuah kolomnya.

Deklarasi Konstitusi yang dikeluarkan Presiden Mesir, Mohamed Morsi hari Rabu lalu (21/11) merupakan langkah proaktif untuk mendahului kudeta hukum yang sedang direncanakan. Keputusannya bisa dinilai sebagai kudeta terhadap kudeta.

Dapat dilihat dari inti perdebatan dari Deklarasi (yang terkandung dalam Pasal II), yang menyatakan bahwa dekrit dan keputusan yang dikeluarkan oleh Presiden sampai berlakunya Konstitusi baru dan terpilihnya MPR yang baru sudah final dan tidak menerima banding. Pasal ini menjadi perlindungan terhadap keputusan Presiden dari tuntutan hukum para penentang dan pembatalan melalui pengadilan. Ada empat hal yang menjadi latar belakang pasal ini:

  1. Mahkamah Konstitusi telah membatalkan keputusan Presiden Mohamed Morsi yang memutuskan kembalinya parlemen untuk bersidang, setelah dibubarkan dengan tidak terhormat oleh Mahkamah Konstitusi, yang menyatakan tidak sahnya status sepertiga keanggotaan MPR.
  2. Ada tanda-tanda dan bukti yang menunjukkan bahwa beberapa oknum anggota Mahkamah Konstitusi mendukung sikap politik luar yang membatasi kekuasaan hukum mereka, menyebabkan mereka menentang pemerintah dalam kasus yang sedang terjadi. Mereka tidak hanya mengumumkan sikap penolakannya di media, tapi juga terlibat aksi-aksi lapangan. Mereka berperan dalam setiap aktivitas dan perkumpulan. Di sana mereka mengungkapkan penolakannnya terhadap presiden.
  3. Perkembangan informasi beberapa waktu terakhir menunjukkan bahwa ada koordinasi antara beberapa hakim di Mahkamah Agung dan hakim lainnya di Dewan Negara, dalam pembagian tugas dan peran dalam upaya menekan lewat jalur hukum.
  4. Beredar informasi ada maksud tertentu dari Mahkamah Konstitusi sesuai arahan mantan presiden Mubarak untuk melakukan aksi “vakum konstitusi” yang direncanakan pada 2/12 mendatang ditujukan untuk menentang legalitas keputusan Presiden Mohammad Morsi, kemudian mengembalikan militer ke panggung kekuasaan. Titik ini sangat serius dan perlu penjelasan lebih lanjut.
About these ads

Redaktur: Samin Barkah, Lc., ME

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 1,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Nelayan Palestina ditangkap penjajah Israel. (islammemo.cc)

Mesir Tangkapi Nelayan Palestina dan Menyerahkannya ke Israel

Organization