Home / Berita / Nasional / Fraksi PKS: Tolak Impor Pangan dari Israel

Fraksi PKS: Tolak Impor Pangan dari Israel

Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto. (ist)

dakwatuna.com – Jakarta. Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto mendesak pemerintah untuk melakukan boikot atas impor pangan dari Israel. Hal ini merupakan upaya menjaga kedaulatan bangsa Indonesia. Sebagaimana kita ketahui Israel itu adalah penjajah dan belakangan ini telah melakukan serangan militer terhadap Palestina. Jadi kalau kita mengakomodir impor dari Israel sama saja kita memberikan dukungan kepada penjajah israel. Kami minta pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap persoalan ini.

Lebih lanjut legislator PKS ini mengungkapkan ada 2 (dua) komoditi pangan dari Israel yang masuk ke Indonesia yakni: kurma dan jeruk shantang. Impor kurma sejumlah 20,6 ton dengan nilai sebesar 191,3 ribu USD. Sedangkan jeruk shantang sejumlah 0,66 ton dengan nilai 709 USD. “Keberadaan impor ini perlu ditelusuri lebih lanjut karena kalau hal ini kita biarkan, maka sama saja dengan memberikan dukungan anggaran kepada Israel. Padahal amanat UUD 1945 secara tegas dan jelas menyebutkan bahwa semua penjajahan diatas muka bumi ini harus dihapuskan”, tegas Hermanto

Apalagi, menurut Anggota DPR Dapil Sumbar ini, sesuai dengan UU Tentang Pangan yang baru disyahkan DPR bahwa Pemerintah menetapkan jenis dan jumlah Pangan Pokok tertentu sebagai Cadangan Pangan Pemerintah. Pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah diutamakan melalui pembelian Pangan Pokok produksi dalam negeri. “Jadi, kita mempertanyakan keberadaan impor dari Israel ini. Karena jelas akan merugikan petani dalam negeri”, jelasnya

Sebagai gambaran, Data Dirjen PPHP menyebutkan bahwa neraca subsektor hortikultura periode tahun 2009-2011 mengalami defisit rat-rata USD 931,6 juta per tahun dam tahun 2011 sebesar USD 1,19 milyar, mengalami peningkatan 32,43% dibanding defisit tahun 2010 sebesar USD 902,25 juta. Kenaikan tahun 2011 lebih tinggi dari kenaikan defisit tahunan rata-rata periode 2009-2011 sebesar 30,87%. Sedangkan neraca subsektor hortikultura periode Januari-Agustus 2011 mengalami defisit USD 906,5 juta atau meningkat 1,54% dibanding periode yang sama tahun 2011. (ist)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 7,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Erdogan: Menjaga Al-Aqsha Bukan Tanggungjawab Anak-Anak Palestina, Tapi Muslim Sedunia