Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Agar Uang Datang dengan Sendirinya

Agar Uang Datang dengan Sendirinya

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Saya bersama ibu-ibu peduli masa depan anak-anak Indonesia mengelola sebuah group parenting di Facebook, saat ini memberinya kurang lebih 32.000 orang tersebar di seluruh dunia. Waktu itu saya naikkan status bunyinya seperti ini : “Parents, saat Anda hendak berangkat kerja, tiba-tiba si kecil bertanya, “Papa Mama kenapa Papa Mama berangkat kerja, di sini saja main sama aku!” Apa jawaban Anda Parents?”

Sebagian besar orang tua memberikan comment seperti ini, “Mama Papa kerja cari uang sayang, untuk beli susu, beli baju dsb”

Sejak kecil kita juga mungkin diajarkan orang tua seperti itu. Yang tertanam dalam otak bawah sadar kita akhirnya uang dan uang.  Sehingga tidak mengherankan di seluruh aspek kehidupan baik pemerintah maupun swasta kita menemukan orang-orang yang gemar korupsi, pegawai bermental rendah, bekerja penuh kebohongan, nggak ada uang nggak bergerak, saling menikam dan perilaku buruk lainnya. Mengapa mereka demikian? Alasannya ya itu tadi karena uang. Jangan heran bahkan seorang pendidik sekalipun tanpa malu membuat penipuan dokumen dan kebohongan publik demi uang. Padahal dia pendidik loh, yang kewajibannya mendidik moral, ternyata dia sendiri tidak bermoral, ya itu tadi lagi-lagi karena uang.

Orang tua adalah orang yang paling berkewajiban membentuk moral dan karakter anak-anak, sekolah hanya membantu. Tidak ada sekolah untuk orang tua, tapi kita bisa menjadi orang tua yang baik, melahirkan generasi yang baik, dengan cara belajar dan belajar. Ilmu mendidik anak yang kita duplikasi dari orang tua kita perlu kita upgrade.

Kembali ke pertanyaan anak di atas, apa sebaiknya jawaban yang kita berikan? Salah satunya bisa begini, “Papa hari ini happy sayang, karena diberi kesempatan oleh Allah untuk membantu perusahaan dan membantu banyak orang. Atau bisa juga katakan, “Papa Mama kerja karena syukur kepada Allah sayang, karena bekerja itu juga ibadah”.

Sejak kecil hindari anak-anak hidupnya berorientasi pada uang, karena uang belum tentu mendatangkan kebahagiaan, uang belum tentu menjadikan pemiliknya menjadi taat pada Allah. Tetapi jika kita ajarkan anak untuk happy, passion, total dan expert dengan pekerjaannya maka uang akan datang sendiri. Saya rindu anak-anak Indonesia yang kuat dan bermental juara. Anak-anak yang mungkin nilai rapornya biasa-biasa saja, tapi dia jujur, bermoral dan berakhlak.

Tema ini akan saya bahas panjang lebar dalam seminar parenting di Gedung Serbaguna DPRD KAB SOLOK ARO SUKA hari Sabtu/15 Desember 2012 jam 8-12 WIB.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (31 votes, average: 8,16 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Konselor Laktasi dari Sentra Laktasi Indonesia dan Penggiat Smart Parenting. Dosen STIE Dharma Andalas Padang.
  • rahma

    Saya setuju dengan isi tulisan ini, dan mungkin pernah melakukannya walaupun putra saya belum mengerti bahasa verbal. Insya Allah semoga tidak terulang. Tapi satu hal, saya tidak menemukan pertalian antara judul dan isi, apakah tulisan ini berupa kutipan atau tulisan yang telah sempurna. Maaf bukan bermaksud mengoreksi.

  • Zulkarnain

    Setuju….

Lihat Juga

Ilustrasi. (kasiola.blog.pl)

Menggagas Generasi Berkemajuan Melalui Pendekatan Karakter Anak