Home / Berita / Silaturahim / SSP Adakan Palestine Studies di STEI SEBI

SSP Adakan Palestine Studies di STEI SEBI

(Dok. SSP STEI SEBI)

dakwatuna.comKamis sore,  (29/11/2012), Sebi Solidarity for Palestine (SSP) mengadakan sebuah acara Palestine Studies dikampus STEI SEBI. Palestine Studies sendiri merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Palestina yang bernama  Syahru Intifadhah Palestina yang kelima (Syar’i 5). Dalam acara Palestine Studieskali ini, SSP mengangkat tema “Rencana Zionis terhadap Indonesia dan Pakistan tahun 2015. Adapun pembicara dalam acara tersebut adalah Ust. Anwar Taufiq, Lc. (Pakar Zionis).

Memasuki acara awal, pembicara menceritakan sejarah Yahudi, Zionis, dan Palestina. Beliau memaparkan bahwa Yahudi dan Zionis tidak ada bedanya dalam menginginkan Palestina sebagai tanah air mereka. Kemudian pembicara sedikit membacakan Protokol Zionis dalam bentuk bahasa Inggris kepada audiens. Disitu terlihat betapa tersusun rapih dan komplitnya rencana Zionis untuk menguasai Dunia.

Selanjutnya Ustad Anwar menjelaskan melalui Slide tentang 21 protokol Zionis. Beliau memaparkan cukup banyak dalam menjelaskan protokol tersebut. Salah satunya yang paling dasar dan utama adalah Protokol pertama dan kedua. Dalam protokol pertama membahas tentang  moral dan politik.

“ Saat ini Politik dibuat stigma tersendiri bahwa yang punya uanglah yang berkuasa. Dan harus berusaha dengan cara apapun agar dapat meraih kekuasaan. Sehingga saat ini para pejabat atau aparatur negara tidaklah harus pintar untuk mendapatkan pangkat. Namun cukup dengan uang terutama dengan cara money politic. Terlebih budaya minuman keras yang dijual ditoko-toko harus menjadi kegemaran.” Ujar Ustadz Anwar

Adapun dalam protokol kedua Zionis membahas tentang agen dan antek Yahudi dinegara-negara didunia. Pembicara menjelaskan bahwa bagian inilah yang menjadi kunci kenapa tidak adanya upaya nyata negara-negara bagi kemajuan Islam dan khususnya kemerdekaan Palestina.

“ Kita sama-sama harus mengetahui bahwa sudah banyak negara-negara didunia baik secara langsung maupun tidak langsung menjadi antek-antek atau boneka Zionis Yahudi. Oleh karena kita harus berpartisipasi aktif dalam setiap keputusan dan peraturan pemerintah terutama bagi Islam dan Palestina.” Terang Ustad Anwar

Diakhir sesi, beliau memaparkan kenapa Indonesia dan Pakistan termasuk 2 negara yang menjadi agenda Zionis Yahudi tahun 2015. Dengan tenang dan mengena, beliau mengatakan karena sesungguhnya Indonesia dan Pakistan merupakan negara muslim terbesar didunia. Selesainya presentasi, panitia sempat menyelingi dengan pemutaran video yang berjudul Tears of Gaza. (danu)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina