Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Para Pencuri Shalat

Para Pencuri Shalat

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi – Muslim AS saat melakukan shalat tarawih. (VOA/ROL)

dakwatuna.com “Sungguh sejahat-jahatnya pencuri dari kalangan manusia adalah orang yang mencuri shalatnya.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud mencuri shalatnya?” Beliau Saw berkata, “Ia tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Dan sungguh orang yang paling pelit (kikir) adalah orang yang pelit mengucapkan salam. (HR. Thabrani & Hakim)

Shalat adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh muslim yang berakal dan telah baligh. Semua Ulama baik salaf maupun khalaf sepakat akan kewajiban shalat dan menghukuminya fardhu ‘ain, kewajiban yang wajib dilakukan oleh tiap-tiap individu. Shalat termasuk rukun Islam yang kedua dan wajib ditegakkan. Sebegitu wajibnya shalat sampai tidak ada rukhsah (keringanan) untuk meninggalkannya bagi seorang muslim. Kalau terlupa/tertidur kita wajib melaksanakan shalat ketika ingat. Jika tidak ada air untuk berwudhu, kita dapat menggantinya dengan tayamum. Menjaga shalat juga merupakan wasiat Rasulullah sebelum meninggal dunia. “Jagalah shalat, jagalah shalat dan hamba sahayamu”

Pencuri Shalat

Di era modern kini dan di tengah ketatnya persaingan dunia, baik dalam hal bisnis, ekonomi, politik dan sosial budaya, semua orang menginginkan hidup serba instan. Semua ingin dijalankan dengan cepat dan instan serta mudah. Tak terkecuali dalam hal ibadah termasuk shalat. Dengan alasan ingin mempersingkat dan mengefektifkan waktu, banyak muslim yang tergesa-gesa dalam melaksanakan shalat. Hal ini telah diingatkan dengan tegas oleh Rasulullah empat belas abad yang lalu dalam redaksi Thabrani dan Hakim.

“Sungguh sejahat-jahatnya pencuri dari kalangan manusia adalah orang yang mencuri shalatnya.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud mencuri shalatnya?” Beliau Saw berkata, “Ia tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Dan sungguh orang yang paling pelit (kikir) adalah orang yang pelit mengucapkan salam.”

Rasulullah menyebutnya dengan istilah “pencuri yang paling jahat” bagi muslim yang tidak menyempurnakan shalatnya. Tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Kita sering marah ketika ada seseorang yang mencuri sandal kita, terlebih lagi jika kita yang menjadi para pencuri shalat karena tergesa-gesa dan tidak menyempurnakan shalat baik dalam rukuk, sujud maupun salamnya.

Dalam redaksi Ahmad & ath-Thayalisi, Dari Abu Hurairah radhiallahu’ anhu berkata: “Kekasihku Rasulullah sallalloohu ‘alaihi wa sallam melarangku bersujud dengan cepat seperti halnya ayam yang mematuk makanan, menoleh-noleh seperti musang dan duduk seperti kera.” Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwasanya tergesa-gesa dalam melaksanakan shalat adalah sebuah kesalahan dalam menjalankan shalat. Siapa saja yang mencuri shalat, maka amal ibadahnya menjadi sia-sia di mata Allah. Lebih dahsyat lagi, orang yang mencuri shalat dianggap tidak beragama, “Kamu melihat orang ini, jika dia mati, maka matinya tidak termasuk mengikuti agama Muhammad SAW, dia menyambar shalatnya seperti burung elang menyambar daging.” (HR. Ibnu Huzaimah).

Seorang muslim harus menjaga shalatnya, karena memang amal yang pertama kali dihisab di hari kiamat adalah shalat. Untuk menghindari mencuri dalam shalat, kita perlu mengetahui salah satu rukun dalam shalat yaitu Thuma’ninah.

Ilustrasi. (inet)

Thuma’ninah adalah diam beberapa saat setelah tenangnya anggota-anggota badan. Para Ulama memberi batasan minimal dengan lama waktu yang diperlukan seperti ketika membaca tasbih (Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq: 1/124). Dalam bahasa bebasnya, thuma’ninah dapat diartikan slow motion, pelan-pelan, dihayati, dipahami dan dinikmati.

Diriwayatkan, ada seorang lelaki yang masuk ke dalam masjid di waktu Rasulullah SAW sedang duduk. Lalu orang itu melaksanakan shalat. Setelah itu ia memberi salam kepada Rasulullah SAW., tetapi Nabi menolaknya seraya bersabda, “Ulangi shalatmu, karena (sesungguhnya) kamu belum shalat!” 

Kemudian lelaki itu mengulangi shalatnya. Setelah itu ia datang dan memberi salam kepada Rasulullah, tetapi Nabi SAW menolaknya sambil berkata, “Ulangilah shalatmu, (sebenarnya) kamu belum shalat!”

Laki-laki itu pun mengulangi shalat untuk ketiga kalinya. Selesai shalat ia kembali memberi salam kepada Nabi SAW. Tetapi lagi-lagi beliau menolaknya, dan bersabda, “Ulangilah shalatmu, sebab kamu itu belum melakukan shalat!”

“Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan benar wahai Rasulullah, Inilah shalatku yang terbaik. Sungguh, aku tak bisa melakukan lebih dari ini, maka ajarkanlah shalat yang baik kepadaku,” tanya lelaki itu.

“Apabila kamu berdiri (untuk melakukan) shalat, hendaklah dimulai dengan takbir, lalu membaca ayat-ayat Al Qur’an yang engkau anggap paling mudah, lalu rukuklah dengan tenang, kemudian beri’tidallah dengan tegak, lalu sujudlah dengan tenang dan lakukanlah seperti ini pada shalatmu semuanya.” (HR. Bukhari)

Rasulullah benar-benar memperhatikan hal ini, sehingga dengan tegas meminta salah seorang sahabat mengulang shalatnya hingga tiga kali karena meninggalkan ketenangan atau thuma’ninah dalam shalat. Apabila meninggalkan thuma’ninah dalam shalat berarti shalat menjadi tidak sah. Ini sungguh persoalan yang sangat serius. Rasulullah bersabda, “Tidak sah shalat seseorang, sehingga ia menegakkan (meluruskan) punggungnya ketika ruku’ dan sujud” (HR. Abu Dawud: 1/ 533)

Semoga kita senantiasa memperbaiki shalat kita, agar tujuan shalat yang tertuang dalam Al Qur’an surat Al-‘Ankabuut ayat 45 benar-benar dapat terwujud. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji & mungkar. Wallahu a’lam bis showab.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
169 votes, average: 9,38 out of 10169 votes, average: 9,38 out of 10169 votes, average: 9,38 out of 10169 votes, average: 9,38 out of 10169 votes, average: 9,38 out of 10169 votes, average: 9,38 out of 10169 votes, average: 9,38 out of 10169 votes, average: 9,38 out of 10169 votes, average: 9,38 out of 10169 votes, average: 9,38 out of 10 (169 votes, average: 9,38 out of 10, rated)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sefrizal Permana
Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan aktifis KAMMI, tinggal di Rajabasa, Bandar Lampung.
  • suciyanti

    Mari kita segera memperbaiki sholat kita. Agar kita selamat dari api neraka. Amin..

  • Sefrizal Permana

    mari mba Suciyanti

  • anto

    afwan,haditsnya sahih atau hasan?

    • Assadullah Nul Hakim

      Hadits yang di riwayatkan Bukhori sudah tidak di ragukan lagi mengenai ke sahihannya.

      • wawa

        siapa yang bilang bukhori tidak diragukan lagi….bahkan bukhori banyak yang menyimpang mengeluarkan hadits.

        • jiwaloesakit

          loe ngerecokin aja kerjaan loe… ulat bulu loe.

  • Galih Setiawan

    mari kita segera memperbaiki shalat kita,supaya shalat kita di terima oleh allah swt

  • faqih

    shalatlah sebelum dishalatkan

  • masmuh

    Thanks infonya. para pencuri shalat yaitu meninggalkan tuma’ninah.

  • Henny AM S

    jadi klo sholat cepat2 itu nggak sah ya, cos sering saya temui di beberapa masjid di sekitar saya itu imamnya klo baca cepet banget, ruku n sujud juga cepat. Sampe makmum belum selesai baca doa sholatnya sudah pindah ke gerakan sholat y selanjutnya. Apalagi klo pas puasa ikut sholat tarawih y 23 rokaat aja kayak maraton gitu sholatnya :(

  • Donny

    Apa yang harus kita lakukan saat salat berjamaah gerakan atau solat imam lebih cepat dari kita

  • Rangga Pengkhianat

    Rasulullah benar-benar memperhatikan hal ini, sehingga dengan tegas
    meminta salah seorang sahabat mengulang shalatnya hingga tiga kali
    karena meninggalkan ketenangan atau thuma’ninah dalam shalat. Apabila
    meninggalkan thuma’ninah dalam shalat berarti shalat menjadi tidak sah.
    Ini sungguh persoalan yang sangat serius. Rasulullah bersabda, Rasulullah benar-benar memperhatikan hal ini, sehingga dengan tegas
    meminta salah seorang sahabat mengulang shalatnya hingga tiga kali
    karena meninggalkan ketenangan atau thuma’ninah dalam shalat. Apabila
    meninggalkan thuma’ninah dalam shalat berarti shalat menjadi tidak sah.
    Ini sungguh persoalan yang sangat serius. Rasulullah bersabda, “Tidak
    sah shalat seseorang, sehingga ia menegakkan (meluruskan) punggungnya
    ketika ruku’ dan sujud” (HR. Abu Dawud: 1/ 533)

    bentuk punggung saya adalah bungkuk, bagaimana penerapan tentang ( “Tidak
    sah shalat seseorang, sehingga ia menegakkan (meluruskan) punggungnya
    ketika ruku’ dan sujud” ) ???
    ada yg bisa menjelaskan ke saya ?

    • iman

      Meluruskan punggung itu Maksudnya thuma’ninah tadi….. itu bahasa kiasan….

  • Bagus MuchtaR

    wah klo di desa saya solat taraweh 23 rokaat start jam 19:10 finish 19:50
    ngebuttt abiss>>> makanya saya klo bulan puasa sering dijakarta
    yahh walau cape tapi pegel,,,heheheehehe
    yang penting mah tenang dihati…

Lihat Juga

Kapolri Seharusnya Kerahkan Dalmas, Bukan Brimob