Home / Berita / Daerah / Aher: Pencopotan Aceng Tergantung DPRD dan Masyarakat

Aher: Pencopotan Aceng Tergantung DPRD dan Masyarakat

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Lc. (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau akrab disapa Aher berpendapat bahwa tindakan Bupati Garut Aceng HM Fikri yang menikahi gadis berusia 18 tahun asal Limbangan, Garut, yang hanya berumur empat hari, dari sisi etika tidak patut dilakukan seorang pejabat publik.

Aher menegaskan, tindakan Bupati Garut tersebut melanggar etika dan bisa menimbulkan preseden buruk bagi warga yang dipimpinnya.

“Itu tidak patut. Pasti melanggar etika dan tidak baik,” tegas dia kepada wartawan, di sela puncak peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-67 PGRI di Sentul, Jawa Barat, Selasa (4/12/2012).

Menurut Aher, sanksi yang akan diberikan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi tergantung sejauh mana kesalahan dan pelanggaran etika yang dilakukan Bupati Garut, baik itu teguran keras atau sanksi lainnya. Namun Aher sendiri sudah menegur langsung Aceng.

“Pencopotan kita lihat, gubernur tidak dalam kapasitas (mencopot jabatan Aceng), namun meminta pada DPRD. Kita lihat nanti apa reaksi masyarakat. Kita tidak tahu, masyarakat bereaksi, saya hanya memberi pembinaan soal ini,” ujar dia.

Aher menegaskan bahwa Aceng adalah pemimpin dan bupati, bukan masyarakat biasa. Sehingga harus memberikan teladan kepada warga yang dipimpinnya. Bukan malah sebaliknya seperti yang sekarang bergulir kasusnya.

“Kalau orang biasa, mungkin biasa saja. Nggak akan jadi masalah. Tapi ini, dia (Aceng) bupati, tidak memberi teladan,” sesalnya.

Dia juga mengaku mengikuti dan mengkomunikasikan kasus tersebut kepada Bupati Aceng. Dan Senin (3/12/2012) malam, Aher telah memanggil dan bertemu Bupati Aceng untuk menindaklanjuti perintah Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

“Saya tanya apa betul menikahi seorang gadis hanya 4 malam, lalu diceraikan. Dia mengakui,” ungkap Aher.

Namun, berdasarkan pengakuan Bupati Garut tersebut kepada Aher, permasalahan itu sudah diselesaikan baik-baik. Bahkan tidak dipersoalkan apapun, dan sudah ada komitmen di atas materai masalah tersebut tidak akan dipersoalkan.

“Menurut pengakuan beliau ada komitmen bersama untuk tidak mempersoalkan apapun. Komitmennya di atas materai.”

“Tapi itu harus dibuktikan karena itu pengakuan beliau,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Aher berharap Bupati Aceng menyesali tindakannya tersebut. “Reaksinya mudah-mudahan menyesali, dan persoalan ini harus diselesaikan baik-baik,” harap dia. (tribunnews)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • ludi_ratjani

    Tidak cukup menyesal dan meminta maaf, tapi bertaubat dan mengundurkan diri, sebelum diberi sanksi.

Lihat Juga

Penyematan kain syal bertuliskan Wanadri berwarna oranye oleh pendiri Wanadri, Harri Hardiman, menjadi tanda resmi pengangkatan Ahmad Heryawan sebagai Anggota Luar Biasa. (galamedianews.com)

Jadi Anggota Luar Biasa WANADRI, Aher: Terimakasih atas Peran Wanadri Membangun Generasi Muda