Home / Berita / Internasional / Asia / Larangan Berjilbab di Turki Langgar HAM

Larangan Berjilbab di Turki Langgar HAM

Ilustrasi – Kerudung gaya muslimah Turki. (inet)

dakwatuna.com – Ankara. Organisasi Hak Asasi Manusia dan Solidaritas Orang Tertindas di Turki yang dikenal dengan Mazlumder mengatakan larang berjilbab di negara tersebut merupakan kebijakan yang melanggar HAM dan kebebasan beragama.

“Larangan berjilbab telah diterapkan di sekolah Turki, universitas, kantor, dan bahkan di area publik dan sayangnya menjadi masalah yang tidak terselesaikan, ujar Kepala Mazlumder, Ahmed Faruk Unsal, Seperti dikutip PressTv, Selasa (4/12).

Kebijakan yang melarang berjilbab di Turki telah diterapkan sejak 18 Februari 1997. Larangan itu wajib dipatuhi di sekolah-sekolah, universitas, dan pusat-pusat pendidikan. Dalam peraturan baru, siswa diperbolehkan mengenakan jilbab hanya dalam kelas Agama Islam.

Dalam kampanye Pemilu, pejabat pemerintahan di Turki tidak mencabut larangan tersebut. Unsal mengkritik pemerintah karena melangkah mundur dengan tidak mencabut larangan berjilbab. “Sayangnya, pemerintah tidak mengubah sikapnya terkait larangan berjilbab. Padahal, warga Turki yang memilih Partai Keadilan dan Pembangunan (partai berkuasa) meminta untuk mencabut larangan tersebut secara penuh,” ujarnya.

Organisasi Mazlumder dan serikat pekerja lain bereaksi terhadap larangan berjilbab tersebut dengan berdemo. Mereka menyerukan agar pemerintah merespon tuntutan mereka.

Padahal, sebelumnya pemerintah Turki telah mencabut larangan berjilbab secara bertahap. Pada tahun 2010, mahasiswi Turki boleh berjilbab di Universitas. Dan pada tahun 2012, Turki mencabut pelarangan jilbab untuk pelajar putri. (Dewi Mardiani/Nur Aini/ROL/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 7,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Udin

    Aper nak jadi…nama aje negara Islam..

Lihat Juga

Kemenangan Trump dan Pengaruhnya Terhadap Mesir