Home / Berita / Nasional / Jazuli Juwaini: Tak Etis Bupati Ibaratkan Istri ‘Baju Robek’

Jazuli Juwaini: Tak Etis Bupati Ibaratkan Istri ‘Baju Robek’

K.H. Jazuli Juwaini, Lc. MA., anggota DPR RI. (LPPOM MUI)

dakwatuna.comWakil Ketua Komisi VIII yang membidangi agama, Jazuli Juwaini, ikut angkat bicara soal pernikahan siri empat hari Bupati Garut, Aceng Fikri. Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, berdasarkan agama Islam, menikah adalah sah ketika ada minimal dua saksi, wali, ijab kabul dan mahar.

Jika kemudian ingin bercerai karena ternyata tidak cocok, itu tak dilarang oleh agama. Namun, dalam kasus Aceng, Jazuli mengecam sang Bupati Garut telah memperlakukan perempuan laiknya barang dagangan.

“Perempuan itu makhluk sejajar di mata Allah. Saya kurang setuju kalau diumpamakan ‘baju robek’. Memangnya ini barang komoditi? Ini manusia terhormat yang melahirkan anak-anak kita dan melahirkan kita,” kata Jazuli di Gedung DPR, Senin 3 Desember 2012.

Di mata Jazuli, kasus ini bukan semata-mata persoalan hukum, tapi juga etika. Jika alasan Aceng menikah lagi adalah karena tak bisa mengendalikan istrinya, Jazuli mempertanyakan bagaimana sebagai seorang bupati Aceng mengurus rakyatnya yang tersebar di 42 kecamatan.

Jazuli melihat wajar saja jika keluarga Fani Oktora–istri siri Aceng–tersinggung. Pasalnya, Fani dituduh Aceng melakukan hal-hal lain dijadikan alasan untuk menceraikannya setelah empat hari menikah.

“Ini hal privat dan sensitif yang tak boleh dipublikasikan di mana muka dan marwahnya. Saya kira untuk etika seorang pemimpin, bupati itu kan bapaknya rakyat, tidak boleh melukai perasaan anak-anaknya,” Jazuli menegaskan.

Fani Oktora kini melaporkan Aceng ke Markas Besar Kepolisian. “Ada tiga alasan kami melaporkan Aceng. Pertama adalah masalah penipuan. Kedua, pencemaran nama baik. Dan ketiga, kekerasan dalam rumah tangga,” kata kuasa hukum Fani, Dany Saliswijaya, Senin, demikian laporan VIVAnews.

Aceng sendiri mengatakan kasus pernikahan siri-nya yang super singkat itu, dan lalu tersebar luas di masyarakat merupakan upaya lawan politiknya untuk menjatuhkan citra dia di mata publik. “Sebetulnya peristiwa itu terjadi lima bulan lalu. Saya heran kenapa mencuat saat ini menjelang Pilkada 2013. Padahal, saya anggap itu persoalan keluarga,” kata Aceng. (kd/vivanews)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 6,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Suami Pelit, Bagaimana Cara Menyikapinya?