Home / Berita / Internasional / Asia / AS: Resolusi PBB Ini tidak Berarti Menetapkan Palestina Sebagai Sebuah Negara

AS: Resolusi PBB Ini tidak Berarti Menetapkan Palestina Sebagai Sebuah Negara

Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton. (Reuters)

dakwatuna.comAmerika Serikat (AS) mengkritik keputusan Majelis Umum PBB yang mengakui peningkatan status Palestina sebagai negara pemantau non anggota dari status sebelumnya sebagai sebuah entitas yang diwakili PLO (Palestine Liberation Organization).

Menurut Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, keputusan tersebut disayangkan dan bakal kontraproduktif dalam rangka mencapai perdamaian antara Israel dan Palestina. Ia menilai, hal tersebut malah akan menimbulkan ganjalan dalam proses perdamaian.

“Sudah jelas bahwa hanya lewat negosiasi langsung antara para pihak yang akan membuat Palestina dan Israel mencapai perdamaian yang mereka harapkan yakni dua negara untuk dua bangsa yang berdaulat sehingga Palestina hidup berdampingan dengan damai dan aman bersama Israel yang Yahudi dan demokratis,” ujar Clinton dalam pernyataan di Washington menanggapi hasil voting.

Karena itu, AS menyeru Palestina dan Israel agar tetap melanjutkan pembicaraan perdamaian.

“AS menyeru kedua pihak agar melanjutkan pembicaraan langsung, tanpa prasyarat, mengenai semua masalah yang memecah mereka. Dan kami berjanji AS akan ada untuk mendukung semua pihak secara aktif dalam upaya semacam itu,” kata Duta Besar AS untuk PBB Susan Rice.

Rice mengatakan, AS akan terus mendesak semua pihak agar menghindari tindakan provokatif lebih jauh di wilayah tersebut, di New York, atau di tempat lain.

Susan Rice juga mengingatkan agar keputusan Majelis Umum PBB jangan disalhartikan telah berdirinya Negara Palestina. Ia menilai, pengumuman soal peningkatan status Palestina di PBB akan tak bermakna saat orang-orang Palestina kemudian menyadari tidak banyak yang berubah dalam kehidupan mereka saat ini.

“Resolusi ini tidak berarti menetapkan Palestina sebagai sebuah negara,” katanya. “Voting hari ini jangan sampai disalahartikan.” Senada dengan Hillary, menurutnya proses perdamaia Palestina dan Israel tetap harus dilakukan langsung kedua belah pihak. (AFP/Tri Wahono/KCM)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Hal yang sama…..tidak juga untuk Israel, kan bune

  • Jangan mengundang seseorang untuk meletakan BOM di Amerika dan sekutunya…..ketidak adilan sering membuat orang mengambil jalan pintas

Lihat Juga

Usai Atasi Kebakaran, Parlemen Israel Bersiap Voting UU Larang Azan