Home / Berita / Internasional / Asia / Solidaritas BSMI untuk Palestina: Alat Kesehatan, Beasiswa, dan Relawan ke Gaza

Solidaritas BSMI untuk Palestina: Alat Kesehatan, Beasiswa, dan Relawan ke Gaza

Bantuan alat orthopedi dan alat kesehatan kepada Shifa Hospital 2010 silam. (Dok. BSMI)

dakwatuna.com Lewat dua minggu sejak serangan Israel ke Palestina pada Rabu (14/11) silam, gencatan senjata telah disepakati Israel . Meski begitu, kondisi Palestina masih belum bisa dikatakan aman dan terkendali. Sebagai bentuk kepedulian merekonstruksi Gaza kembali, bantuan  terus dilancarkan. BSMI sebagai salah satu lembaga kemanusiaan yang bergerak aktif dalam solidaritas kemanusiaan untuk Palestina, membantu dengan mengirimkan dua relawan ke Gaza pada Selasa (27/11).

BSMI mengerahkan donasi masyarakat untuk Palestina dengan membelikan alat kesehatan berupa alat orthopedi  dan instrumen operasi serta obat-obatan. Alat kesehatan yang dikirimkan BSMI, menyesuaikan dengan permintaan tersebut. Shifa Hospital telah lama berhubungan baik dengan BSMI, yakni sejak kedatangan BSMI di Palestina pada tahun 2009 dan 2010.

Dana donasi lainnya dimaksimalkan untuk program beasiswa mahasiswa Palestina di Indonesia. Program ini merupakan program yang sedang berjalan dan berkembang. Menjadi sebuah program khas tersendiri dedikasi BSMI untuk Palestina. Saat ini, empat mahasiswa asal Palestina sedang melakukan studinya di Universitas di Indonesia. Dua mahasiswa jenjang S1 yang menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Islam Negeri. Dua lainnya merupakan dokter Palestina yang mengambil pendidikan spesialis di Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada. Ke depan, BSMI bersiap mendampingi penerima beasiswa mahasiswa Palestina di Indonesia lainnya hasil kerja sama dengan Kemendikbud.

Mahasiswa Gaza bersama sekjend BSMI dan perwakilan Kemendikbud untuk program beasiswa unggulan. (Dok. BSMI)

Relawan BSMI diberangkatkan ke Gaza. Diwakilkan oleh Ketua Umum BSMI, Muhammad Djazuli Ambari S.KM,MSi, dan relawan Lucky Pransiska. Kedua relawan ini merupakan tim aju (tim awal) yang akan membantu rakyat Palestina dengan memberikan bantuan alat-alat kesehatan berupa alat orthopedi senilai USD 60.000 dan melakukan persiapan penjemputan terhadap 12 penerima beasiswa BSMI yang akan melanjutkan pendidikan di Indonesia.

“Pemberangkatan ini kami jadikan dua gelombang. Tim pertama, tim aju, sejumlah dua orang dan akan disusul oleh tim inti sejumlah lima belas orang. Karena sesuai dengan pengalaman kami sebelumnya, pengalaman 2009 dan 2010, kami melakukan dengan pola yang sama agar lebih efisien” jelas Muhammad Djazuli Ambari SKM M.Si, Ketua Umum BSMI dalam konferensi pers yang digelar Kamis (22/11) siang.

Tim kedua akan diberangkatkan setelah tim aju kembali ke Indonesia. Tim kedua terdiri atas dokter-dokter spesialis yang akan mendukung kegiatan operasi di Shifa Hospital Gaza, memberikan bantuan alat orthopedi, alat anestesi dan alat-alat operasi lainnya, bantuan obat-obatan, pelatihan perawatan luka korban perang metode stem cell (teknologi kultur jaringan plus alatnya), pelatihan protease yakni pelatihan pembuatan kaki palsu dan semacamnya serta penjemputan 12 warga Gaza penerima program beasiswa BSMI kerja sama dengan Kemendikbud RI.

Konferensi pers keberangkatan BSMI ke Gaza, Kamis (22/11). (Dok BSMI)

“Mereka membutuhkan obat dan alat kesehatan, karena alat kesehatan masuknya sulit. Obat atau alat kesehatan yang seharusnya cukup untuk beberapa bulan, karena serangan Israel bisa habis dalam waktu mingguan bahkan dalam hitungan hari. Oleh karena itu, bantuan seperti ini yang dibutuhkan dan kita kirimkan” jelas dr. Basuki Supartono, Dewan Pembina BSMI yang juga menjadi narasumber di konferensi pers BSMI, ”Yang kita gunakan ini dana umat. Pengiriman pertama yang hanya terdiri dari dua orang dan pola dua gelombang keberangkatan ini demi menghemat dana agar lebih bermanfaat dan efektif . Bantuan pun dimaksimalkan tepat guna.” tutupnya.

Bantuan kebutuhan medis merupakan pemenuhan pelayanan dan perawatan korban serangan Israel. Sedangkan penjemputan 12 warga Gaza penerima beasiswa BSMI merupakan program khusus BSMI dalam rangka capacity building SDM Palestina. Keduanya merupakan alternatif bantuan kemanusiaan untuk Gaza. (ist)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 6,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Gerak Jalan Sehat IZI Bersama Penerima Kaki Palsu