Home / Berita / Internasional / Asia / Israel Langgar Gencatan Senjata Lagi, Tembak Lima Warga Palestina

Israel Langgar Gencatan Senjata Lagi, Tembak Lima Warga Palestina

Ilustrasi. (Ibraheem Abu Mustafa/Reuters)

dakwatuna.com – Gaza City. Seorang pejabat Palestina di Gaza mengatakan pasukan Israel menembak dan melukai lima warga Palestina di sepanjang perbatasan Palestina-Israel Rabu (28/11).

Sementara itu, Patroli Angkatan Laut Israel menangkap sembilan nelayan Palestina di laut, hanya seminggu setelah dua musuh bebuyutan sepakat melakukan gencatan senjata.

Pejabat dinas kesehatan Palestina menyebut ada empat orang warga kamp pengungsi El-Bureij di kawasan tengah jalur Gaza dan satu orang Erez di utara dekat penyeberangan ke Israel, terluka ditembak pasukan Israel.

Tentara Israel tak mengkonfirmasikan ada korban penembakan, tetapi mereka mengklaim bahwa pasukan Israel merespons beberapa upaya warga Gaza yang hendak menerobos pagar perbatasan.

“Beberapa pengacau Palestina mendekati pagar keamanan di beberapa lokasi, melakukan pengrusakan dan mencoba secara ilegal menerobos pagar perbatasn,” tuduh seorang juru bicara tentara Israel kepada AFP, seperti ditulis Al Ahram Online Rabu (28/11).

“Tentara di lokasi kejadian bertindak agar perusuh tetap jauh dari pagar perbatasan sesuai dengan aturan pengamanan,” tuduhnya lagi tanpa penjelasan lebih lanjut.

“Ini pelanggaran terhadap gencatan senjata. Pemerintah Zionis sudah menangkap enam warga dan menenggelamkan perahu nelayan di laut bagian utara Jalur Gaza,” ujar juru bicara pemerintahan Hamas Islam Shahwan kemarin.

Pihak Palestina mengatakan sebagai bagian dari gencatan senjata, blokade Angkatan Laut Israel diperlonggar di wilayah pantai untuk membolehkan perahu nelayan beroperasi hingga enam mil laut dari garis pantai, dari yang sebelumnya hanya tiga mil laut.

Jubir tentara Israel mengatakan kapal patroli menghadang perahu nelayan yang berlayar keluar dari batas melaut yang diperbolehkan, meskipun tanpa penjelasan sejauh mana perahu nelayan ini melakukan pelanggaran.

Para nelayan ini dibawa ke pelabuhan Ashdod di Israel Selatan untuk diinterogasi. Sampai Rabu malam belum ada penjelasan apakah para nelayan yang dibawa ke Ashdod sudah dilepas. (mdr/inilah)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Memang sejak jaman kepemimpinan Rosululloh SAW dahulu kala, sifat orang2 kafir memang begitu . Selalu menghianati perjanjian dan memulai peperangan. Ihwan muslim rapatkan barisan saatnya bangkit dan perangi kaum kafir, sesungguhnya mereka itu takut sama kematian, berbeda dengan kita kaum muslim tidak pernah takut mati, karena mati dalam perang melawan kafir adalah sahid, dan balasannya adalah syurga …semoga kejayaan Islam yang pernah diraih oleh nabi tercinta Muhamad SAW saat ini akan diraih kembali oleh pengikut2nya dimasa sekarang Aamiin ….

Lihat Juga

Aksi Solidaritas Untuk Palestina di Car Free Day Jakarta