Spanyol

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Muslim Spanyol sedang shalat

dakwatuna.com – Pertama kali dengar, aku mengira Fulan salah ucap. Yang kutahu selama ini, orang lebih sering menyebut produk-produk China harganya lebih murah dibanding produk impor dari negara lainnya. Tapi Fulan tak hanya menyebutkan sekali, lebih dari tiga kali menyebut barang Spanyol lebih murah dari produk manapun, termasuk dalam negeri, memancing aku untuk bertanya, bagaimana  ia bisa seyakin itu?

Astaghfirullah! Ternyata Spanyol yang Fulan maksudkan bukanlah nama negara di benua Eropa. Spanyol yang Fulan maksudkan adalah sebuah singkatan dari separo nyolong.

Entahlah, aku tidak tahu apakah Fulan yang baru seminggu kukenal bisa mengatakan seperti itu karena ia (pernah) terlibat di kegiatan perdagangan semacam ini, tapi dari ceritanya aku mendapat satu peringatan bahwa hati-hati dan teliti sebelum membeli adalah penting sekali. Jangan hanya mengutamakan harga yang (lebih) murah, tapi pikirkanlah soal berkah.

Ada beberapa alasan mengapa ada produsen atau penjual yang menjual produk mereka dengan harga (jauh) lebih murah dibanding harga di pasaran pada umumnya. Salah satunya adalah produk baru. Kita sudah maklum bila produk baru dijual dengan harga lebih murah dibanding produk lain dengan spesifikasi yang sama. Ini salah satu trik produsen atau penjual untuk menarik perhatian dan minat para calon pembeli. Juga bukan hal baru bila ada barang yang aspal, asli tapi palsu, bahkan kita terkadang pura-pura tidak tahu, tetap membeli barang tiruan karena faktor dana yang jadi alasan. Tapi selain dua hal tersebut, masih ada alasan lain, termasuk salah satunya seperti yang dikatakan Fulan, barang sepanyol, separo nyolong.

Aku tekun menyimak penjelasan Fulan mengenai barang sepanyol, separo nyolong. Dia katakan, barang-barang seperti ini biasanya didapat dari para distributor nakal yang mengurangi, menurunkan barang sebelum sampai tujuan. Terus terang aku belum pernah melihat yang seperti ini, tapi Fulan katakan oknum semacam ini memang ada, mulai dari kelas teri hingga kelas kakap. Dari merekalah kemudian para pedagang membeli dan menjualnya dengan harga yang lebih murah dibanding pedagang lainnya.

Benar kita memang tidak boleh berburuk sangka, tapi hati-hati dan waspada juga tak kalah pentingnya terlebih untuk hal yang berkaitan dengan halal dan haram. Ibarat warna hitam dan putih, haram dan halal jelas perbedaannya, namun di antara keduanya ada warna abu-abu, syubhat, samar hukumnya dan untuk yang demikian kita diperintah untuk meninggalkannya.

Tentu saja aku tak bermaksud men-judge bahwa mereka yang menjual dengan harga murah adalah seperti yang Fulan ceritakan. Seperti yang kusebutkan sebelumnya, ada beberapa alasan mengapa orang berani menjual produk lebih rendah dibanding harga pasaran, salah satunya adalah untuk memperkenalkan produk baru mereka kepada calon konsumen. Nanti ketika produk sudah dikenal dan digemari konsumen, mereka menerapkan harga normal untuk meraih target keuntungan yang sebenarnya. Yang jelas, tidak ada pelaku bisnis yang menjalankan usahanya untuk merugi, semua sama, menginginkan keuntungan. Sayangnya, tidak semua pelaku bisnis berlaku jujur. Salah satunya seperti yang Fulan katakan. Ada yang berani menjual dengan harga lebih rendah tapi tetap mendapatkan keuntungan karena barang yang mereka jual adalah barang sepanyol, separuh nyolong, yang secara logika juga dibeli dengan harga murah. Na’udzubillah!

Karenanya, sudah saatnya kita meningkatkan kewaspadaan, hati-hati dan teliti sebelum membeli. Bukan saja pada keaslian produk yang akan kita beli, tapi sudah saatnya pula kita peduli, dari mana asal barang yang akan kita beli. Tidak menjadi halal jual beli apabila produk yang diperjualbelikan adalah barang haram, barang curian. Jadi, jangan hanya mengejar yang murah, tapi carilah yang halal dan membawa berkah.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Abi Sabila
Seorang pembaca yang sedang belajar menulis.

Lihat Juga

Ilustrasi (Inet)

Miras Sumber Kejahatan