Home / Berita / Opini / Memberikan Bantuan Jangka Panjang untuk Palestina

Memberikan Bantuan Jangka Panjang untuk Palestina

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

 

Aksi warga kota Bekasi dukung Palestina, Ahad, 25/11/2012. (Fatma Syafrina)

dakwatuna.com Akhirnya, kesepakatan genjatan senjata Palestina-Israel terjadi pada Rabu malam di Jalur Gaza mulai pukul 21.00 waktu Kairo, atau Kamis dini hari pukul 02.00 WIB. . Pertikaian yang menelan lebih dari seratus korban meninggal dan ribuan luka-luka selama delapan hari ini resmi berakhir. Kesepakatan ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Mesir Mohamed Kamel Amr yang telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton dengan Presiden Mesir Mohamed Mursi sebagai mediator.

Tentu setiap orang, warga Palestina, bahkan warga dunia –terutama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan- bersuka cita atas terhentinya hari-hari pembantaian kebanyakan rakyat sipil ini termasuk anak-anak dan wanita.

Tapi yang perlu dicatat, bahwa perjanjian genjatan senjata yang sekarang belum tentu akan terus berlangsung mengingat riwayat Israel yang seringkali justru melanggar perjanjian-perjanjian damai yang disepakatinya dengan Palestina. Maka dari itu, masa damai saat ini adalah masa di mana Palestina harus segera direkonstruksikan kembali kehidupan rakyatnya di semua lini.

Pemberian bantuan selama ini harapannya tidak hanya berlangsung selama invasi saja tapi juga berlangsung secara kontinyu berkelanjutan dan memberikan dampak untuk jangka panjang terutama dalam membangun kesiapsiagaan Palestina sebagai sebuah negara yang rawan konflik.

Tanpa melupakan pemberian bantuan berjangka pendek seperti bantuan makanan, obat-obatan, atau uang, lembaga-lembaga kemanusiaan yang ada juga harus memperhatikan pemberian bantuan berjangka panjang yang bisa menopang kehidupan rakyat Palestina untuk selanjutnya apalagi dalam masa-masa damai.

Bentuk Bantuan Jangka Panjang

Ada berbagai macam bentuk pemberian bantuan jangka panjang. Lembaga-lembaga kemanusiaan di Indonesia sendiri sudah ada beberapa yang memberikan bantuan berjangka panjang. Misalnya, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang membangun Rumah Sakit permanen di Gaza yang diberi nama Rumah Sakit Indonesia ini untuk menambah jumlah Rumah Sakit yang ada. Konflik yang sering terjadi menyebabkan banyak rumah sakit jarang sekali mampu memenuhi kebutuhan akan pasien korban konflik. Rumah Sakit Indonesia di Gaza ini direncanakan rampung akhir tahun 2013.

Lalu, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) yang juga memberikan bantuan berjangka panjang berbentuk beasiswa beberapa mahasiswa kedokteran dari Palestina untuk berkuliah di universitas-universitas di Indonesia. Beasiswa ini penting untuk memenuhi kebutuhan dokter terutama dokter spesialis. Banyak dokter-dokter umum di Palestina yang terpaksa melakukan pekerjaan dokter spesialis seperti melakukan operasi bedah. Beasiswa yang juga bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal legalitasnya ini juga untuk tahun ini direncanakan kembali menambah peserta beasiswanya di akhir Desember 2012 ini.

Selain oleh lembaga-lembaga kemanusiaan, program bantuan berjangka panjang juga dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) berupa Capacity Building bagi rakyat Palestina di berbagai sektor seperti teknik, pertanian, keuangan dan lain sebagainya. Target peserta Palestina yang mengikuti Capacity Building ini adalah sebesar 1000 orang hingga tahun 2013. Program bertujuan demi meningkatkan kualitas SDM rakyat Palestina.

Bantuan-bantuan kemanusiaan berjangka panjang amat sangat memerlukan dukungan baik material maupun immaterial agar Palestina kembali bangkit dan kondusif bagi rakyatnya. Diharapkan pula bantuan-bantuan jangka panjang ini mampu berkembang lagi dalam bentuk-bentuk lainnya sehingga bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi Sadness Ceremony bagi kita. Tapi, menjadi proyek jangka panjang kita untuk membebaskan Palestina dan negara lainnya di muka bumi dari penjajahan sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945 serta nurani kemanusiaan kita.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Aktivis kemanusiaan yang hobi membaca, menulis, dan travelling. Mengabdi di Bulan Sabit Merah Indonesia.

Lihat Juga

Usai Atasi Kebakaran, Parlemen Israel Bersiap Voting UU Larang Azan