Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Di Hamparan Jalan Membentang Merindu Surga

Di Hamparan Jalan Membentang Merindu Surga

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Di hamparan jalan membentang merindu surga;
tanah yang kutapak ini basah; bekas hujan
dan sayap laron bertebaran di mana-mana;
beberapa laron masih tersisa;
terbang rendah menikmati sisa embun;
ini Indonesia.

Di hamparan jalan membentang merindu surga;
tanah ini belum pernah kutapak; hanya nampak
ia basah jua; oleh darah
bekas hujan jua; hujan rudal
dan yang bertebaran di mana-mana adalah mayat-mayat manusia;
sedang manusia hidup yang tersisa masih menunggu gilirannya;
hidup mulia atau mati sebagai syuhada;
ini Gaza.

“Kita yang lalai lebih memerlui doa mereka nan berjuang;
kita yang maksiat lebih menghajati berkah mereka nan berjihad.
terhubunglah ke Gaza.”
Ujar sebuah suara.

Aku pun mengingati pesan seorang sahabat,
“Ingat saudara-saudara kita di Palestin, Ma,
jihad kita ini belajar yang rajin,
ini yang baru bisa kita lakukan saat ini.
Semoga Allah tolong saudara-saudara kita di sana,
dan semoga kita bisa beramal terbaik untuk umat,
dengan upaya-upaya kita ini.”

Masih di hamparan jalan membentang merindu surga,
gerimis kini mengiringi perjalananku;
menuju sebuah masjid yang dikelilingi markas para penjaga Al Quran;
menyongsong para mujahid itu;
mereka yang bersusah untuk sekedar bisa mengucap ‘a-ba-ta-tsa’
dengan lancar dengan benar dengan tartil.

Sampai kemudian kutemukan pertanyaan tersirat dari mereka,

“Apa yang bisa kita lakukan untuk Gaza, Mbak?”

Dan di hamparan jalan membentang merindu surga,
aku mengencangkan tapak kaki;
meyakinkan diri untuk tetap teguh di sini.

Pagi, 20 November 2012/6 Muharram 1434

saat berpagi-pagi,
untuk sebuah forum halaqah quran seperti biasanya.
La tahzan wa la takhaf,
Innallaha ma’ana.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 7,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rida Putri
Mahasiswa Program Pascasarjana Ilmu Kimia UGM. Anggota UKM Jurnal Paradigma HMP UGM. Pengampu Divisi Tarbawi Forum Halaqah Quran(FHQ) Asy Syifa DIY. Tinggal di Yogyakarta, Indonesia.

Lihat Juga

Pembangunan tembok pemisah di Jalur Gaza. (islammemo.cc)

Israel Lanjutkan Pembangunan Tembok Rasis di Perbatasan Jalur Gaza

Organization