Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / We Will Help You “Unpack”

We Will Help You “Unpack”

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Everyone comes with baggage. Find someone who loves you enough to help you unpack. Status seorang teman di laman Facebooknya. Saya suka statusnya, lebih tepatnya, saya setuju dengan pernyataannya. Siapa sih di dunia ini yang nggak punya masalah? Hati mana yang tak pernah bersedih? Saya yakin setiap orang pernah bersedih, setiap orang punya masalah, walau saya lebih suka menyebutnya sebagai tantangan. Setiap tantangan tentu harus dihadapi, diusahakan dengan sungguh-sungguh jalan keluarnya. Dalam menghadapi tantangan ini dukungan orang lain sangatlah penting. Dukungan ini bisa berupa tenaga, pendapat, pandangan, saran, semangat, dan yang tak kalah penting, doa.

Seorang teman pernah bertanya kepada saya, “Saya sadar iman itu seringkali naik turun, gimana ya cara mengatasinya, karena kalau sudah turun kok rasanya sulit untuk bangkit lagi?

Saya lantas teringat taushiyah seorang ustadz. Menurutnya, dalam menghadapi iman yang naik turun ini diperlukan adanya support system. Support system ini bisa keluarga kita, teman, atau guru.  Yes, inilah jawabannya. Kita butuh dukungan dari orang lain, karena istiqamah itu tidaklah mudah. Istiqamah itu jatuh bangun.

Menurut pengakuan teman saya tadi ternyata untuk kembali memompa iman itu sungguh sulit, butuh waktu lama, bahkan berdasarkan pengalamannya, hingga setahun lamanya. Mengapa selama itu?  Karena IA berjuang seorang diri.

Kalau kita membuka Al-Quran, banyak dikisahkan perjuangan dakwah para nabi dan rasul yang ternyata membutuhkan dukungan orang lain.  Tengoklah kisah nabi Musa as. Nabi Musa as memohon kepada Allah untuk mengangkat nabi Harun supaya membantu nabi Musa menghadapi Firaun.

“Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan perkataanku; sungguh, aku takut mereka akan mendustakanku.” (Q.S Al Qashash [28]: 34).

Rasulullah SAW, juga membutuhkan dukungan untuk perjuangan dakwah beliau. Betapa istri Rasulullah, paman, serta sahabat-sahabat Rasulullah dengan setia dan tak henti membantu perjuangan dakwah Rasulullah.

Nah, kalau para nabi dan Rasul pun membutuhkan orang lain dalam perjuangannya, apalagi kita?

Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya kita memiliki rasa kepedulian kepada saudara-saudara kita. Tanyakan kabarnya, bila teman terlihat sedih, tanyakan apa yang bisa kita bantu untuk meringankan beban beratnya. Bukankah Rasulullah bersabda, “Perumpamaan seorang muslim dengan muslim lainnya dalam hal cinta kasih dan saling menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila (ada) salah satu bagian tubuhnya menderita sakit, maka akan dirasakan oleh seluruh tubuh lainnya dengan panas dan demam”.  (H.R Muslim).

Saudaraku…  Jangan pernah merasa sendiri, karena orang-orang yang mencintai kita selalu bersama kita, siap membantu menghadapi segala tantangan dan ujian hidup. We will help you unpack your fear and your doubt.  Jangan lupa, ujian hidup berupa ketakutan, kelaparan, dan kekurangan merupakan sunnatullah, yakinlah bahwa Allah Swt tak akan membebani hamba-Nya di luar kesanggupannya. Semangat menghadapi tantangan!

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
  • Heni Kurniawati

    Subhanallah keep istiqomah…………sahabatku

Lihat Juga

Jas Bertambal; Mohammad Natsir, Mencintai Indonesia, Dicintai Negeri Asing