Rayu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (Erina Prima)

dakwatuna.com

Ya, sungguh Engkau tahu,
kini aku tengah merayu-Mu
Sembunyi, ku tak mampu
malu-malu

Dan bila kehendak-Mu atasku telah nyata
Ku ingin agar Engkau tak Membiarkanku alpa
Karna tanpa-Mu, ku tiada daya

Hendakilah amalanku senantiasa bergerak mendekati
Wahai Yang Maha Berkehendak, Pemilik hati

Mendekati-Mu, duhai yang Maha Pemurah
satuku kau balas seribu…
Kumohon, ridhailah ‘ku

Engkau Mahakuasa, sedang ‘ku tiada berkuasa
Engkau Mahatahu, sedang ‘ku tiada menahu
Bismika, Ya Allah…

(Cimahi, 06 Sept 2012)

____________________________________

“Yaa Hayy’l-Qoyyuum… dengan rahmat-Mu aku berlindung. Janganlah Engkau menyerahkan daku kepada diriku sendiri, walau hanya sekerjapan mata. Dan baikkanlah bagiku segala urusanku.”

(Pesan doa dari Rasulullah saw. kepada Fathimah RA; AnNasa-iy dalam al-Yaum wa’l-Lailah. Juga Al-Hakim dari Anas, dengan keterangan bahwa hadits ini shahih sesuai persyaratan Bukhari  dan Muslim–Al Ghazali, Rahasia Dzikir & Doa p.82, 2004, Karisma, Bandung)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 3,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Praseptiadi
Alumnus Universitas Padjadjaran. Apoteker yang bekerja di salah satu industri farmasi di Cimahi, Jawa Barat. Saat ini aktif di BSMI Kota Bandung. Memiliki minat terhadap Quranic sciences, ilmu medis, Iptek, psikologi, kesenian, serta bahasa dan sastra.

Lihat Juga

Keikhlasan dan Kerendahan Hati Ibu