Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Sang Pemusar Gelombang

Sang Pemusar Gelombang

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Judul Buku : Sang Pemusar Gelombang
Penulis : M Irfan Hidayatullah
Penerbit : Salamadani, Bandung, Cetakan Pertama, Juli 2012
Tebal : xviii + 502 halaman

 

Cover buku “Sang Pemusar Gelombang”.

Hasan Al-Banna Sang Pemusar Gelombang

dakwatuna.com Ternyata perubahan Islam tidak hanya berkutat pada masalah keagamaan saja, namun telah merambah pada masalah kehidupan dasar manusia, bermasyarakat, politik, dan juga ekonomi. (hal 53)

“Tepat sekali kehadiran novel ini di tengah manusia negeri ini yang sedang galau. Lewat novel ini, Irfan mengajak kita untuk bekerja menghadapi realitas, bukan mengeluh dan melarikan diri darinya.” (H. M. Anis Matta, Lc.)

Di tengah keterbatasan tokoh panutan di negeri ini, novel Sang Pemusar Gelombang hadir untuk memenuhi dahaga masyarakat Indonesia terutama kaum muda dalam menentukan panutannya. Kegalauan narasi pemuda-pemudi masa kini terjawab melalui novel ini.  Novel yang berpusar pada peri kehidupan Syaikh Hasan Al Banna, seorang mujaddid (pembaharu) abad 21.

“Maaf, ana takut salah dengar … nama Antum Hasan Al Banna?”

“Ya … Hasan Al Banna.”

“Antum pasti Bercanda.”

“Untuk apa aku bercanda, itu memang namaku.”  (hal. 353)

M. Irfan Hidayatullah, sang penulis dengan apik menampilkan tiga sosok pemuda Indonesia dengan latar belakang yang berbeda namun meneladani tokoh yang sama, Syaikh Hasan Al Banna. Randy seorang Aktivis Dakwah Kampus militan, Cikal sang vokalis selebritis hedonis, Hasan aktivis sosialis kiri yang hanif dan baik. Ketiganya saling bertemu dan bertukar pikiran hingga masuk dalam pusaran gelombang-gelombang aksi Zaitun, demonstrasi solidaritas Palestina. Kesamaan tokoh idola menanggalkan perbedaan latar belakang untuk bersatu dalam sebuah demonstrasi menolak invasi Israel atas Palestina.

“Sastra dakwah itu ada, novel Sang Pemusar Gelombang merupakan salah satu buktinya.” (Habiburrahman El Shirazy)

“Umat Islam Dunia berutang budi pada berbagai terobosan Al Banna yang mengejawantah dalam al-Ikhwan al-Muslimin. Sampai sekarang.” (Prof. Dr. H. M. Amin Rais)

Hanya satu kelemahan buku ini, inspirasi tokoh terlalu ideal untuk pemuda zaman sekarang menjadikannya teman berfikir yang hangat dan mencerahkan. Silakan menikmati jalan pikiran setiap tokoh dalam novel ini. Most recommended.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 8,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sefrizal Permana
Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan aktifis KAMMI, tinggal di Rajabasa, Bandar Lampung.

Lihat Juga

Ilustrasi (inet)

Memperluas Jaringan Lembaga Dakwah

Organization