06:00 - Rabu, 30 Juli 2014
Cahyadi Takariawan

Mengapa Suami Sulit Mengekspresikan Cinta?

Rubrik: Pendidikan Keluarga | Oleh: Cahyadi Takariawan - 05/11/12 | 08:30 | 19 Dhul-Hijjah 1433 H

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com - “Sudah sepuluh tahun kami menikah, namun sampai sekarang belum pernah suami saya menyatakan perasaan cinta kepada saya. Jadi saya tidak tahu, apakah suami benar-benar mencintai saya”, kata Novi mengeluhkan suaminya, Budi.

Ketika hal itu dikonfirmasikan kepada Budi, ternyata ada kondisi yang sangat berbeda. “Bagaimana saya dikatakan tidak mencintai istri dan keluarga? Saya bekerja keras mencari nafkah, semua itu untuk membahagiakan istri dan anak-anak. Semua penghasilan saya, langsung saya berikan kepada istri, bahkan sampai struk gaji pun saya serahkan kepada istri. Apa itu bukan bukti cinta kepada istri dan anak-anak?” ungkap Budi.

Sungguh unik suasana ketegangan di keluarga Budi dan Novi. Menurut Novi, Budi tidak mencintainya karena tidak pernah menyatakan dengan ungkapan. Sudah sepuluh tahun menikah tetapi Budi tidak pernah menyatakan perasan cinta kepada Novi, maka muncul keraguan dalam diri Novi, “Benarkah Budi mencintaiku? Jangan-jangan ia hanya berpura-pura mencintaiku…”

Padahal ternyata kekhawatiran Novi ini tidak memiliki dasar. Budi sangat tulus mencintai Novi, namun ia tidak bisa mengekspresikan dengan kata-kata. Ia mengekspresikan cintanya dengan kerja keras, mencari nafkah, dan memberikan semua penghasilannya kepada Novi. “Saya tidak pernah selingkuh, walaupun di kantor banyak sekali teman kerja perempuan. Apa masih diragukan cinta saya kepada Novi?” ungkap Budi.

Perbedaan Cara Mengekspresikan Cinta

Apa yang sesungguhnya terjadi pada Novi dan Budi? Ada sejumlah perbedaan pada rata-rata laki-laki dan perempuan dalam komunikasi. Perbedaan kondisi kejiwaan antara laki-laki dan perempuan tak jarang menimbulkan perbedaan dalam memahami makna hubungan di antara mereka. Suami merasa sudah memberikan bukti cinta kepada istri dengan cara bekerja keras, namun istri belum menemukan bukti cinta suami karena tidak ada ungkapan verbal yang menunjukkan kecintaan suami.

Konon, laki-laki cenderung lebih santai dalam memahami bukti cinta, sedangkan perempuan cenderung lebih serius. Sifat santai ini tak jarang membuat perempuan berpikir bahwa suaminya tidak menyukainya. Suami merasa sudah menyatakan cinta dengan caranya, sedangkan istri tidak bisa menangkap maksud suami, karena istri memiliki standar tersendiri dalam ungkapan cinta. Kebanyakan istri menghendaki ungkapan verbal, seperti kata-kata cinta, pujian, dan ungkapan romantis lain yang menunjukkan kesungguhan cinta suami kepadanya.

Secara umum perempuan memang cenderung lebih suka ungkapan verbal, sehingga pernyataan dari suami sangat penting baginya. Ungkapan sayang, pernyataan terima kasih, maaf dan sebagainya, merupakan “hadiah” yang sangat menyenangkan hati istri. Sementara rata-rata suami menganggap ungkapan seperti sebagai basa-basi yang tidak diperlukan oleh orang “dewasa”. Kata-kata cinta itu dianggap hanya urusan anak-anak muda yang sedang jatuh cinta dan digunakan untuk merayu.

Masak iya kita berumah tangga sudah sepuluh tahun, saya masih harus merayu istri lagi?” ungkap Budi dengan heran.

Sering kali perempuan bertanya-tanya tentang perasaan cinta suaminya karena tidak pernah diekspresikan dengan ungkapan verbal. Padahal, kebanyakan suami memiliki cara sendiri untuk mengekspresikan cinta. Kalaupun tidak pernah menyatakan dengan verbal kata-kata “I love you” dan yang semacam itu, hal ini tidak berarti bahwa suami tidak mencintai istri. Hanya saja, ada ego yang kuat sehingga kebanyakan suami malu dan enggan untuk mengungkapkan perasaannya.

Penelitian menunjukkan adanya alur yang rumit antara laki-laki dan perempuan dalam masalah komunikasi. Laki-laki lebih sering bertindak meskipun dalam kondisi emosi tinggi, namun hal ini bisa berujung pada kekerasan. Laki-laki hanya mengetahui satu cara untuk mengatasinya. Mereka akan berhenti bicara ketika pasangannya mulai berbicara.

“Laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan, mulai dari tubuh, otak, sampai hormon testosteron dan estrogen. Hal ini membuat adanya perbedaan sikap dan perilaku antara laki-laki dan perempuan,” ungkap Dr. Ruben Gur, dari University of Pennsylvania.

Sifat laki-laki seperti ini juga berguna sebagai mekanisme pertahanan dirinya dalam pekerjaan. Sifat bawaan ini juga menyebabkan emosi perempuan lebih cepat teredam dibanding dengan laki-laki. Meski laki-laki kurang sensitif terhadap lingkungan sekitar, namun lebih reaktif terhadap tingkat emosi perempuan.

Selain dalam hubungan dengan istri, perbedaan sifat dan emosional antara laki-laki dan perempuan juga terjadi dalam hubungan ayah dan anak perempuannya. Banyak anak perempuan mengaku harus bekerja keras untuk bisa menciptakan interaksi emosional dengan ayah mereka. Sayang, tak semua berhasil membangun interaksi tersebut. Namun, ketika hubungan ayah dan anak perempuan dengan bermacam interaksinya ini diuraikan, jelas terlihat bahwa sang ayah sangat peduli pada putrinya. Hanya saja, hal itu tak ditampilkan langsung dalam ungkapan cinta secara verbal.

Bukannya tidak mungkin laki-laki mengekspresikan perasaan cinta terhadap pasangannya, namun memerlukan pembiasaan untuk mewujudkannya. Jika membiasakan diri untuk menyatakan cinta dengan ungkapan verbal, para suami pun akan terbiasa dengan kata-kata cinta. Hal itu akan lebih sesuai harapan istri dan menenteramkan hatinya. Istri akan lebih yakin dan mantap bahwa dirinya dicintai suami.

Cahyadi Takariawan

Tentang Cahyadi Takariawan

Senior Editor di PT Era Intermedia, Pembina di Harum Foundation, Direktur Jogja family Center, Staf Ahli Lembaga Psikologi Terapan Cahaya Umat. Alumni Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM). [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Samin Barkah, Lc

Topik:

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (21 orang menilai, rata-rata: 8,52 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.facebook.com/abu.wahid.77 Abu Wahid

    Memang begitulah laki laki,sudah dari sono nya…

    • Rumah tahfidz Alkaafi

      suami yg gak romantis itu… yg romantis pasti ga akan begitu.. ayoo doonk jd suami yg romantis biar istri seneng dan merasa bahagia dan tenang di dekatnya

  • http://www.facebook.com/ella.miga Melanie Miga

    kl ada suami yg belum bisa ungkapkan rasa cintanya dg kata2, coba is3 yg ajarkan, biasakanlah mengucapkannya terlebih dahuli kpd suami & minta suami u mbalas, insya Allah, lama2 suami akan tbiasa, krn suami kbanyakn hanya dg pbuatan, jgn pertanyakan pd suami, krn itu bisa mbuat dia marah, coba renungkan, apakah suami pernah melakukan hal2 sepele u anda, myium kening anda, mnyiapkan makanan d saat anda sakit, itulah bukti cinta suami….. jangan sampai salah langkah hanya karena salahpersepsi……
    tkadang qt tidak menyadari bahwa perlakuan pasangan qt u menunjukkan rasa cintanya lebih banyak daripada kata2 yg ingin qt dengar, dan lebih baik jujur aja bilang padanya bahwa anda ingin mendengar rayuannya….
    saya ud lakukan en manjur he he.
    sy pernah mbahas ttg suami yg romantis dan suami tkejut ketika saya blg dia tidak romantis, krn baginya romantisme ud dlakukan dg perbuatan tanpa mesti merayu, dia bilang apa saya tidak merasakan kasih sayangnya, saya bilang wanita suka d rayu en d gombalin he he

  • BBM

    Kayaknya saya juga begitu … hehehe

  • febri risky

    sebaiknya berikan kata2 yg dapat mnyenangkn hati seorg istri kita,,

  • Agung Priyo Rizki

    buset namanya juga manusia, ingin dimanusiakan… yg satu kolot sama agama, yg satu masih tergantung dunia.. :D gpp… terbukanya hati emngb harus pelan2, namany juga pendidikan.. mendidik istri dn mndidik diri supaya mengerti orang lain…

  • Agung Priyo Rizki

    buset namanya juga manusia, ingin dimanusiakan… yg satu kolot sama agama, yg satu masih tergantung dunia.. :D gpp… terbukanya hati emngb harus pelan2, namany juga pendidikan.. mendidik istri dn mndidik diri supaya mengerti orang lain…

  • Priyanto Aadil

    Lha kalau sebaliknya bagaimana? Ada temen saya yang mengeluh istrinya gak ada romantis-romantisnya, padahal baru menikah 3-4 tahun. Sedang dia merasa sudah sangat romantis: biasa mencium kening, memanggil sayang dan memberi kejutan-kejutan kecil (hadiah). Ia pernah menyontohkan, jika ia membangunkan istrinya, ia kecup kening dan goyang-goyang halus pundaknya. Di lain waktu, istrinya membangunkannya dengan berteriak-teriak dan memukul pakai handuk. Bagaimana ini?

Iklan negatif? Laporkan!
78 queries in 1,443 seconds.