Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Kembali ke Jalur Kemenangan

Kembali ke Jalur Kemenangan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com Tyson pasca serentetan kasus kriminal dan comeback ke ring tinju, menandakan sebuah kegagalan kala ia tak lagi bisa dianggap “si leher beton” yang senantiasa membuat lawan ketakutan selama 12 ronde atau bahkan menang K.O. Schumacher sebagai salah satu legenda hidup F1 (Formula One) seolah kehilangan taji, kala comeback-nya tak meraih titel yang biasa ia raih di masa-masa gemilangnya dulu. Michael Jordan seolah kehilangan kharisma kala comeback di ring basket menandakan keuzuran dan kehilangan talenta yang membuat musuh gemetar bahkan kala ia demam dan memaksakan bermain di salah satu final yang menentukan di masa jayanya.

Kembali ke jalur kemenangan memerlukan terobosan, sahabat masih ingat kala perang Uhud menyisakan penyesalan bagi mereka yang tidak taat pada Rasul-Nya. Kembali ke jalur kemenangan memerlukan azzam (kesungguhan) yang konstan agar jumlah dalam medan juang tidak menutup rasa syukur seperti di perang Hunain. Alangkah beratnya untuk bangkit dan kembali ke jalur yang membentuk sikap baik dahulu, ketegasan akan anti-maksiat dulu, menghidupkan sunnah di hari-hari kita dulu.

Namun apakah kini semuanya masih kita lakukan atau jangan-jangan kita kini seperti Tyson yang kehilangan kekuatannya atau Schumacher yang tak lagi lihai mengendarai mobil balapnya? Bagi kita kaum muslimin yang harus terus memupuk cinta pada Rabb semesta alam, agaknya Uhud haruslah menjadi contoh kasus bahwa kemenangan itu butuh konsistensi iman terhadap fatamorgana kekayaan dan Hunain haruslah menjadi teladan akan keyakinan yang tetap harus dijaga walau Rabb telah memberikan hidayah-Nya serta kemenangan yang beruntun bagi muslimin.

Kembali ke jalur kemenangan membutuhkan contoh, kembali ke jalur kemenangan membutuhkan kesabaran, kembali ke jalur kemenangan membutuhkan keheningan amal agar amal itu tak jadi riya’ yang bertumpuk lalu melemahkan azzam di jalan panjang.

Wallahua’lam.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sekretaris Jenderal FORMMIT (Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan) 2011/12. NSYSU, Taiwan

Lihat Juga

Artileri Israel Serang Perbatasan Jalur Gaza