Home / Berita / Silaturahim / Sarasehan Radio dan Bilik Sastra di Taiwan

Sarasehan Radio dan Bilik Sastra di Taiwan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Sarasehan radio dan Bilik Sastra di Taiwan. (Suntake Akhmal)

dakwatuna.com – Taipei. Ahad (21/10) FORMMIT (Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan) bekerja sama dengan RRI (Radio Republik Indonesia), FLP (Forum Lingkar Pena) Taiwan, Majalah Islami SALAM, RTI (Radio Taiwan International), PKPU (Pos Keadilan Peduli Umat) Taiwan, dan KDEI (Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia) di Taipei  menyelenggarakan acara “Sarasehan Radio & Bilik Sastra bersama Bunda Pipiet Senja. Acara ini merupakan salah satu program Voice of Indonesia (VOI) RRI.

RRI yang telah sempat datang pada tahun 2010 melihat potensi besar Bilik Sastra bentukan rekan-rekan mahasiswa dan TKI di Taiwan. Nama Bilik Sastra sendiri merupakan cikal bakal FLP Taiwan. Kala itu Divisi Syi’ar dan Pelayanan Masyarakat (SPM) FORMMIT yang dikepalai oleh Yuherina Gusman yang sedang menggeluti riset bertemakan “Spiritual Life of Indonesia Migrant Worker in Taiwan” menyanggupi tawaran RRI untuk mengirimkan karya-karya sastra yang kelak akan dibacakan di acara Bilik Sastra RRI.

Akhirnya, hingga detik ini Bilik Sastra telah menjadi acara resmi VOI-RRI. Program ini dilaksanakan setiap akhir pekan yang diasuh langsung oleh novelis Islami ternama, Pipiet Senja dan penyiar radio kenamaan RRI, Kabul Budiono. Acara Bilik Sastra VOI sendiri mengumpulkan cerpen-cerpen karya masyarakat Indonesia yang sedang tinggal di luar negeri baik untuk bekerja ataupun melanjutkan studi yang akan dibacakan secara langsung oleh sang penulis dan dikomentari oleh Bunda Pipiet Senja sebagai sebuah bentuk saran yang konstruktif.

Acara Sarasehan Radio dan Bilik Sastra tersebut berlangsung dengan sangat hangat dan meriah, bertempat di lobi utama Kantor KDEI Taipei. Acara ini dibuka dengan sambutan dari berbagai pihak, Tri Cahyo Wibowo (Presiden FORMMIT), Anhar Achmad (Direktur Keuangan RRI), dan Zulhaqqi Hafiz (Ketua Dewan Pengawas RRI) yang sekaligus menerangkan maksud kedatangan rombongan tersebut dan menjelaskan secara singkat terkait kebijakan penyiaran luar negeri RRI.

Di sela-sela acara Zulhaqqi Hafiz dan Pipiet Senja memberikan buku “Siluet Pahlawan” kepada perwakilan FORMMIT, KDEI, RTI, dan PKPU. Buku Siluet Pahlawan sendiri adalah sebuah kumpulan cerpen yang telah masuk dan dibacakan di acara Bilik Sastra. Siluet Pahlawan sendiri diambil dari judul cerpen terbaik Bilik Sastra karya Nadia Cahyani, seorang TKI di Hongkong. Buku tersebut menyajikan kisah-kisah inspiratif yang ditulis baik oleh TKI maupun mahasiswa. Jumlah karya dari Taiwan terhitung cukup banyak.

Acara Bilik Sastra ini menjadi sebuah bukti nyata betapa sastra dapat memperindah dunia, menguatkan jiwa, serta menghancurkan berbagai batasan-batasan diri. Teringat perkataan amirul mukminin ‘Umar bin Khattab, “Ajarkanlah sastra kepada anak-anakmu, karena itu dapat mengubah anak yang pengecut menjadi pemberani.”

Benarlah adanya sastra dapat senantiasa meletupkan keberanian seseorang karena minimal orang tersebut mampu menggoreskan perasaan dan pikirannya dengan pena, membaginya kepada orang lain, bahkan hingga mempertahankan pemikirannya di depan khalayak. Itulah mengapa sastra mampu mengubah dunia.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Muhammad al-Fatih
Lahir di Bogor Tahun 1989. Dan saat ini tinggal di Taiwan Taiwan sebagai mahasiswa Master di NTUST Taiwan.

Lihat Juga

HAI UEA – PKPU Berikan Layanan Kesehatan Gratis di Kampung Sindang Asih Bogor