Home / Berita / Nasional / “Reksa Dana Syariah Stabil Tetapi Jarang Diminati”

“Reksa Dana Syariah Stabil Tetapi Jarang Diminati”

Ilustrasi (examiner.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Ind (APRDI), Abiprayadi Riyanto mengatakan bahwa jumlah investor reksa dana tak sebanding dengan jumlah kelas menengah, Kamis (18/10/2012), di Central Park Mall, Jakarta.

Saat ini, dana kelola reksa dana sekitar Rp 175 triliun, dengan jumlah investor sekitar 161 ribu. Sedangkan jumlah kelas menengah di Indonesia sekitar 45 juta, menurut survei McKinsey Global Institute. Demikian pula dengan reksa dana syariah hanya memiliki dana kelola sekitar Rp 3,5 triliun.

“Fenomena populasi muslim di Indonesia tinggi, tetapi reksa dana syariah tidak tinggi, meskipun reksa dana syariah stabil,” kata Abiprayadi.

Hal ini dikarenakan instrumen reksa dana syariah belum luas, penyedia produk syariah tidak banyak, serta saham kategori syariah0pun terbatas, termasuk yang terkait obligasi.

“Banyak perusahaan yang menerbitkan reksa dana obligasi 90 persen, 10 persen yang syariah.”

Di sisi lain, karena reksa dana syariah tergolong stabil dan aman, lanjut Abiprayadi, biasanya nasabah atau investor yang telah memilikinya tidak menjualnya lagi ke investor lain. “Jadi harus ditingkatkan lagi supply-nya.”

Di samping itu, pihaknya optimis bahwa industri reksa dana akan berkembang cepat dengan dukungan pelaku industri keuangan dan pemerintah. Termasuk pengembangan reksa dana ke depan, seperti reksa dana yang terkait infrastruktur, industrialisasi, perumahan, dan lainnya. “Saat ini, kita masih membatasi kepada financial instrumen,” tandasnya. (Agustina N.R/Tribunnews)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Good Corporate Governance (GCG) di Bank Syariah dan Bank Konvensional