16:21 - Selasa, 22 Juli 2014

MER-C Lanjutkan Pembangunan RS Indonesia di Gaza

Rubrik: Asia, Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 22/10/12 | 18:17 | 06 Dhul-Hijjah 1433 H

Ilustrasi – Relawan MER-C. (MICOM)

dakwatuna.com – Jakarta. Organisasi kegawatdaruratan kesehatan, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia, Minggu (21/10) malam, memberangkatkan puluhan relawan untuk melanjutkan misi pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina.

“Relawan yang diberangkatkan 27 orang, terdiri atas tenaga dokter, insinyur serta tenaga teknis,” kata Ketua Presidium MER-C Indonesia dr Sarbini Abdul Murad, di Jakarta (21/10).

Ia menjelaskan, para relawan itu berangkat pada pukul 18.45 WIB dengan menggunakan maskapai penerbangan Etihad Airlines dari Bandara Soekarno-Hatta dan dijadwalkan tiba di Kairo, Mesir, pada Senin (22/10) pukul 02.45 waktu setempat.

“Setibanya di Kairo, rencananya tim akan langsung menuju perbatasan Rafah, Mesir untuk kemudian masuk ke Gaza,” katanya.

Dia mengemukakan bahwa keberangkatan kali ini untuk melanjutkan pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina yang sudah memasuki tahap akhir, yaitu tahap kedua berupa pekerjaan arsitektur dan ME (Mechanical Electrical).

Selain relawan, kata dia, sejumlah awak media juga turut dalam perjalanan tim untuk meliput langsung kegiatan relawan dan program pembangunan RS Indonesia yang sudah dimulai sejak Mei 2011, sehingga total jumlah tim adalah 33 orang.

Menurut Sarbini Abdul Murad, kali ini adalah keberangkatan terbesar yang pernah dilakukan MER-C ke Gaza.

Ia menjelaskan, hal itu dilakukan bukan tanpa alasan, karena seluruh proses pembangunan tahap II RS Indonesia akan dikerjakan dan diawasi oleh putra-putra bangsa Indonesia yang tergabung dalam Divisi Konstruksi MER-C.

“Mereka yang berangkat adalah relawan insinyur dan teknis dengan keahlian khusus di bidang arsitektur dan ME dan telah lulus tes serta proses seleksi ketat yang dilakukan Pondok Pesantren Al Fatah, Cileungsi bekerja sama denga MER-C,” katanya.

Sebelum pemberangkatan, kata dia, selama beberapa hari para relawan juga menjalani pembekalan fisik dan mental agar lebih siap dan kuat menghadapi berbagai tugas dan tanggung jawab besar yang telah menanti mereka di Gaza.

Terlebih lagi, katanya, sebagian besar relawan akan menetap dan bertugas di Gaza dalam jangka waktu lama hingga pembangunan RS Indonesia selesai.

“Mereka akan bergabung dengan tujuh relawan yang saat ini sudah berada di Gaza, sehingga total relawan yang akan bertugas di Gaza untuk setidaknya setahun ke depan seluruhnya akan berjumlah 28 orang,” katanya.

Ia mengatakan, misi mendirikan RS Indonesia di Gaza, telah lama dirintis bersama antara masayarakat dan pemerintah Indonesia.

Misi membangun RS Indonesia di Gaza itu, berawal dari misi tim bantuan kemanusiaan Indonesia yang membawa bantuan obat-obatan dari pemerintah dan rakyat Indonesia untuk warga Gaza, Palestina, akhir 2008 hingga awal 2009, dipimpin dr Rustam S Pakaya, MPH yang saat itu menjabat Kepala Pengendalian Krisis (PPK) Departemen (Kementerian) Kesehatan dan Direktur Urusan Timur Tengah Departemen Luar Negeri Aidil Chandra Salim.

Delegasi sempat bertemu Utusan Khusus Sekretaris Jenderal (Sesjen) PBB untuk Urusan Pengungsi Palestina (UNRWA) Duta Besar Peter Ford.

Pada Kamis (8/1/2009) pukul 21.00 waktu setempat atau Jumat pukul 02.00 WIB bantuan itu tiba di Rafah, perbatasan Mesir-Jalur Gaza, Palestina. (Ant/Ol-3)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (1 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
70 queries in 2,848 seconds.