Home / Berita / Internasional / Asia / Sri Lanka: Konflik Palestina-Israel Harus Diselesaikan Segera

Sri Lanka: Konflik Palestina-Israel Harus Diselesaikan Segera

Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – PBB, New York. Wakil Tetap Sri Lanka untuk PBB, Palitha Kohona menyatakan konflik Palestina-Israel “harus diselesaikan segera” guna mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.

Palitha Kohona mengeluarkan prenyataan tersebut sewaktu ia berpidato dalam pembukaan pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai situasi saat ini di Timur Tengah, termasuk masalah Palestina, di New York, Senin waktu setempat.

“Konflik Palestina-Israel tak diragukan adalah inti ketegangan di Timur Tengah dan harus diselesaikan sesegera mungkin guna mencapai perdamaian yang berarti, termasuk di wilayah yang lebih luas,” katanya. “Perdamaian antara Israel dan Palestina akan menjadi jawaban bagi keinginan lama masyarakat internasional.”

“… Konflik ini menyerap sumber daya, membuat hidup sebagai mimpi buruk tanpa harapan yang terus merongrong banyak orang Palestina; memicu reaksi nekad dan terus membuat dunia gelisah,” kata Kohona sebagaimana dikutip Xinhua, yang dipantau ANTARA News di Jakarta, Selasa. “Sayangnya, proses perdamaian –yang secara sangat bersemangat dirangkul– menghadapi kebuntuan sementara ketegangan terus meningkat.”

Pembicaraan perdamaian langsung antara Palestina dan Israel macet pada September 2010 akibat kegiatan permukiman Israel di wilayah yang didudukinya.

PBB adalah bagian dari kelompok diplomatik yang dikenal sebagai Kuartet –yang meliputi Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Rusia– dalam mencari perdamaian antara Palestina dan Israel.

“Kegiatan permukiman Israel yang berlangsung terus di Wilayah Palestina Yang Diduduki adalah tahap penting yang mengikat. Kelanjutan pembicaraan perdamaian telah terikat pada masalah ini.”

“Tindakan Israel menghancurkan rumah orang Palestina adalah masalah yang menimbulkan keprihatinan dan menyusul ketidak-puasan,” kata Kohona. “Berlanjutnya praktek ini tak bisa memberi sumbangan bagi pembangunan kepercayaan atau proses perdamaian.”

“Mesti ditekankan bahwa Israel tak boleh melakukan tindakan yang bertolak-belakang dengan peraturan yang ditetapkan oleh hukum internasional,” katanya. (C003/Ella Syafputri/Ant/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Sebelum Lengser, Obama Diminta Mantan Presiden AS Ini Akui Negara Palestina