Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Dzikir Hujan dan Muhasabah Perjalanan Dakwah Kita

Dzikir Hujan dan Muhasabah Perjalanan Dakwah Kita

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Dengarkanlah nyanyian langit yang sedang tersaji saat ini…
Hujan…setiap tetesnya mengandung berkah dan rahmah…
Seperti basahnya dedaunan di luar sana…
kawan, ini adalah saat yang tepat untuk bermuhasabah,
saat yang tepat untuk juga membasahi jiwa-jiwa kita dengan dzikrullah…

Coba tengok sejenak hatimu,
Berhentilah sesaat saja dari segala aktivitas duniamu…
tanyakan bagaimana kabar imanmu saat ini…
Masihkah ia seperti embun? Yang merunduk tawadhu di pucuk-pucuk daun…

Masihkah ia seperti karang? Yang berdiri tegar menghadapi gelombang ujian…
Masihkah ia seperti bintang? Yang terang benderang menerangi kehidupan…
Kawan, bukankah Allah Maha Mengetahui segala isi hati?
Coba tengok sekali lagi hatimu…

Benarkah apa yang kau lakukan selama ini adalah murni karena-Nya?
Karena cinta yang kau persembahkan untuk-Nya?
Benarkah yang kau perjuangkan selama ini adalah demi meneruskan risalah dakwah Rasulullah SAW…manusia yang paling dicintai-Nya?

Kawan, sudah jujurkah kau dengan hatimu?
Apakah benih-benih riya’ dan kesombongan telah berhasil menutupi keikhlasanmu?
Apakah beratnya pendakian ini telah melemahkan niat sucimu?
Apakah pandangan manusia telah mampu membelokkan tujuan perjuanganmu?

Allahu Rabbi…
Bukankah kita telah sama-sama mengerti tentang kewajiban ini…
Bukankah kita telah sama-sama memahami tentang janji Allah dalam surah 47 ayat 7…
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong agama Allah niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu…”

Tak pantas bila akhirnya kau memilih untuk mundur ke belakang…
apalagi dengan meninggalkan luka dan kesulitan…
Lebih tak pantas lagi bila kau tetap berjuang
namun dengan bumbu-bumbu kemunafikan..

Kawan, setiap ujian yang datang seharusnya mampu membuat kita semakin berkobar…
Subhanallah…bukankah Ia selalu memiliki cara untuk mentarbiyah hamba-Nya…

Ujian-ujian ini…
hanyalah ombak kecil yang menerpa kokohnya dinding pertahanan kita…
tak akan mampu membuatnya hancur…
Karena kekuatan itu bersumber dari kedekatan kita kepada Sang Maha Perkasa,
Allah azza wa jalla…

Kawan, mengapa tak kita kuatkan saja ukhuwah sesama kita…
mengapa tak kita budayakan saja saling mendoakan di setiap sujud-sujud panjang kita…
mengapa tak kita kokohkan saja pondasi keimanan kita…

Jangan hanya mengeluh, jangan hanya meratapi…
Tapi berpikirlah solusi, dan bergeraklah pasti..

Sungguh, masih banyak hal yang bisa kita perbuat untuk berkontribusi…
dibandingkan terus merasa diri sebagai yang paling lemah dan patut dikasihani…

Kawan, sadarilah potensimu, kembangkanlah kekuatan yang kau miliki…
Karena sesungguhnya setiap yang kita miliki akan dipertanyakan kebermanfaatannya selama ini…

Di luar sana hujan masih turun dengan derasnya, bersyukur, karena di sela-sela aktivitas yang melelahkan raga, Dia masih memberikan waktu untuk kita merenung sejenak, yang semestinya bisa kita jadikan sebagai sarana untuk lebih memahami hikmah-Nya…

Dengarlah kawan…langit masih bernyanyi…nyanyian dzikir kepada-Nya…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 8,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Alkhansa
Mahasiswi S2 Farmasi ITB 2012.

Lihat Juga

Memperluas Jaringan Lembaga Dakwah