08:13 - Jumat, 29 Agustus 2014
E Hamdani

Ayat Al-Quran yang Dikagumi Yahudi

Rubrik: Artikel Lepas | Oleh: E Hamdani - 16/10/12 | 13:30 | 30 Dhul-Qadah 1433 H

dakwatuna.com - Bagi kaum Muslim, mengagumi Al Quran barangkali menjadi hal yang biasa. Apalagi dengan penemuan-penemuan terakhir dari para ilmuwan yang kian mengokohkan kebenaran Al Quran. Di antaranya, bulan yang pernah terbelah, adanya sungai bawah laut hingga penemuan jejak arkeologi kaum-kaum terdahulu. Memang semua tidak disebutkan, karena Al Quran menerangkan hanya sebagian dari kisah kaum terdahulu yang akan ditampakkan bekas-bekasnya.

“Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.” (QS. Huud, 11: 100)

Ternyata, bukan hanya kaum Muslimin dan ilmuwan berakal saja yang mengagumi Al Quran, sebagai kitab yang tetap terjaga keshahihannya. Bahkan sejak dulu kaum Yahudi juga mengagumi Al Quran. Dalam sebuah riwayat dikisahkan perbincangan antara ‘Umar bin Khattab dan Yahudi.

Dari Thariq bin Syihab, ia mengatakan bahwa orang-orang Yahudi berkata kepada Umar bin Khattab:

“Kalian membaca sebuah ayat dalam Kitab (al-Qur’an) kalian. Sungguh apabila ayat itu turun kepada kami bangsa Yahudi, tentu hari turunnya ayat itu akan kami jadikan sebagai hari raya.”

Umar bertanya: “Ayat yang mana?”

Mereka menjawab, “Hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku untukmu.” (Al-Maidah: 3)

Umar berkata, “Demi Allah, sesungguhnya aku betul-betul mengetahui hari apa ayat itu turun kepada Rasulullah dan saat apa ayat itu turun. Ayat itu turun kepada Rasulullah pada sore hari Arafah, hari Jum’at.”

Percakapan di atas juga menegaskan, semestinya seorang muslim, bangga dengan keislamannya, sebab Allah telah menjamin kesempurnaan Islam. Dengan kebenaran dan kesempurnaan Islam, seorang muslim tidak perlu lagi bingung mencari sistem yang lebih baik ketimbang Islam.

Imam Thabrani telah mengeluarkan riwayat hadits dari Abu Dzar al-Ghifari yang menyatakan, “Rasulullah telah meninggalkan kami dalam keadaan tidak ada seekor burung pun yang mengepakkan sayapnya di udara melainkan beliau telah menyebutkan ilmu kepada kami setiap kali kepakan sayap burung itu.”

 

Dengan kebenaran dan kesempurnaan Islam, dunia pernah merasakan buahnya kurang lebih seribu tahun, sejak Rasulullah hingga kekhilafahan Turki Utsmani pecah pada tahun 1924 masehi.

Jika orang Yahudi saja bisa berkata seperti itu, apakah sebagai muslim kita tidak bangga dengan Islam?

E Hamdani

Tentang E Hamdani

Seorang lelaki dusun, eks pedagang kerupuk singkong keliling yang bercita-cita menjadi jurnalis. Pernah magang menjadi wartawan Harian Solopos, tetapi ternyata menjadi wartawan bukanlah jiwanya. Maka hobi menulisnya disalurkan dengan menulis… [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (59 orang menilai, rata-rata: 9,71 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://twitter.com/i_can_san Muhamad Ikhsan

    mantapp…
    pastisangat bangga semua muslim ketika tahu akan hal ini :)

  • http://www.facebook.com/anthomassardi2 Antho Massardi

    Allah SWT dan Rasulullah saw tidak membutuhkan kebanggaan umat manusia kepada ayat-ayat al-Quran, melainkan menghendaki agar umat manusia menjadikan al-Quran hidup sebagai sumber ilmu pengetahuan. Sebagaimana akhlak Rasulullah adalah al-Quran. Rasulullah adalah al-Quran hidup. Salam.

  • http://www.facebook.com/syahrial.fatih Syahrial Rudin Fatih

    sayangnya dr ilmuan masih sedikit ilmuan muslim yang meneliti keilmiahan dari ayat2 al-qur’an. memang untuk mengimani suatu ayat tdk harus dilakukan pembuktian trlebih dahulu. tapi setelah menyatakan beriman kita jg harus bertafakkur spt yg diperintah Alloh di al-imron 191. dan sayangnya lg sebagian besar yg melakukan penelitian justru dr non muslim dan kita hanya berkata “itu kan sudah disebutkan di qur’an atau hadits”. smg bs jd introspeksi bwt sy dan semoga ke depan akn lahir peneliti2 muslim yang meneliti ayat2 al-qur’an dan hadits dan semakin menguatkan hikma dari al-qur’an dan hadits

  • Rizers Straŋgers

    Assalamu Alaikum ,Mimin yg di rahmati Allah ! min saya mau tanya tentang sejarah Islam Pasca Rasulullah wafat sampai tragedi Karbala ! Saya sudah membaca dr berbagai sumber namun kurang lengkap karena semua cerita memilukan dan cukup memancing emosi untuk seorang menantu , anak dan cucu Rasulullah ! Sayyidina Ali bin Abu Thalib spt terasing di negeri sendiri , Siti Fatimah sampai keguguran kandungannya dan Cucu Rasulullah wafat terbunuh ! Tolong ya Min di ceritakan secara lengkap ! Terimakasih ! Wassalam !

Iklan negatif? Laporkan!
88 queries in 1,552 seconds.