Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Dzikir Para Pengelana

Dzikir Para Pengelana

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (wordpress/jofania/dee foto)

dakwatuna.com – Kupu-kupu bersayap gelap, hinggap di lentik daun kenanga. Kata hijau daun di situ “Kita harus mensyukuri capaian-capaian kecil dalam hidup, untuk menekan hasrat yang tidak ada habisnya, sekaligus agar tidak merasa lelah…”

Capung-capung di ujung sulur-sulur padi di sawah berhenti terbang sejenak, meneduhkan diri dari mentari siang yang terik. Mereka mengucap yang sama, “Syukuri yang kau punya karena hidup sementara, bekerja untuk keridhaan Allah karena kau tak tahu hidup kapan batasnya”

Burung kenari mengukir langit dengan sayapnya, meliuk-liuk di batas angin lalu hinggap di ranting segar pohon willow. Sambil mematuk dahan ia berbisik, “Jangan bilang kau tak akan berhenti mengejar. Kau berlari dan kau berhenti. Tapi selalu jagalah mimpimu di tiap perhentian itu, karena kau tahu bukan? Perjalanan ini panjang!”

Tuan katak di danau Afrika tak kenal lelah berenang dan melompat. Namun di sudut batu tepi danau itu pula ia berhenti. Sambil menghirup nafas segar ia berkata, “Aku tahu bukan air deras yang melunakkan batu itu, tapi air setitik yang terus menerus mengalir. Aku tahu sudah banyak jalan kususuri selama hidupku, tapi bukan lompatan panjang yang kulakukan, hanya lompatan-lompatan kecil yang terus menerus kuusahakan”

Kau tahu, dunia ini ada gunung dan ada lembah, ada panas dan ada dingin. Dalam siklus itu, sudahlah jelas bahwa semua alam berdzikir, semua menyebut nama-Nya, semua berjalan dalam garis takdir-Nya. Dan kau perhatikan burung, capung dan kupu-kupu. Rumput, pohon dan batu-batu. Semua seperti diam bagimu, namun mereka hidup dalam keagungan tasbih… Hanya manusia yang sering lupa, hanya manusia yang alpa…

Mari istirahat sejenak dalam suasana dzikir…

Hikmah dalam sebuah diskusi tak sengaja- semoga memberi manfaat…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ashif Aminulloh
Mahasiswa Master of Semiconductor Technology di Asia University Taiwan. Penggiat Forum Lingkar Pena Taiwan dan Forum Mahasiswa Muslim Indonesia Taiwan.
  • budi prabowo

    Hem sebuah nafas sekaligus tarikan kesyahduan dan kenyamanan sebagai hamba Alloh.

Lihat Juga

Memperbanyak Dzikir dan Istighfar