Home / Berita / Nasional / Bank Syariah Diminta Perkuat Modal untuk Kelola Dana Haji

Bank Syariah Diminta Perkuat Modal untuk Kelola Dana Haji

Direktur Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Kementerian Agama, Anggito Abimanyu. (Jurnal Haji Umrah)

dakwatuna.com – Jakarta. Pemerintah melalui Kementerian Agama memberi kepercayaan kepada bank syariah untuk mengelola dana haji. Syaratnya bank syariah harus memiliki struktur permodalan yang kuat.

Direktur Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Kementerian Agama, Anggito Abimanyu, mengungkapkan pemerintah bisa saja memindahkan dana ke perbankan syariah.

Namun sayangnya, saat ini rata-rata modal bank syariah masih tergolong kecil. “Rata-rata masih 10 persen dari dana pihak ketiga (DPK),” ujar Anggito, Sabtu (6/10).

Kesiapan modal sangat penting untuk menambah infrastruktur pelayanan haji. Bila tidak diiringi dengan kesiapan modal, dikhawatirkan akan terjadi goncangan likuiditas ketika dana haji ditarik.

Perbankan syariah juga diharapkan untuk menambah outlet dan memperkuat teknologi untuk menampung dana haji. Pasalnya, kurangnya outlet bank syariah akan memperkecil kesempatan pengumpulan dana haji di bank syariah.

Hingga Maret 2012 sebanyak Rp 28 triliun dana haji disimpan dalam bentuk sukuk. Sebanyak Rp 12,4 triliun disimpan di perbankan. Namun demikian sekitar 80 persen dari total dana yang ada di perbankan disimpan di perbankan konvensional.

Menanggapi hal di atas, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah sebagai salah satu bank penerima setoran, terus berupaya memperkuat permodalan. Rencananya BRI Syariah akan meminta tambahan modal ke induk sebesar Rp 1 triliun. “Saat ini, perseroan sudah memiliki modal Rp 1 triliun,” ujar Direktur Utama BRI Syariah, Hadi Santoso.

Penambahan modal ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas pelayanan tidak hanya bagi calon jamaah haji tetapi juga kepada nasabah secara umum.

Hingga Agustus DPK BRI Syariah mencapai Rp 9,9 triliun. Nilai ini naik dari periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp 8,6 triliun. Pembiayaan BRI Syariah hingga Agustus menembus Rp 10,1 triliun. Hadi menargetkan pembiayaan mencapai Rp 13 triliun. (Chairul Akhmad/Friska Yolandha/ROL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Good Corporate Governance (GCG) di Bank Syariah dan Bank Konvensional