20:59 - Jumat, 24 Oktober 2014
Cahyadi Takariawan

Refreshing Cinta, Menghindari Kejenuhan Berumah Tangga

Rubrik: Pendidikan Keluarga | Oleh: Cahyadi Takariawan - 21/09/12 | 08:30 | 04 Dhul-Qadah 1433 H

Ilustrasi (123rf.com / Jasmin Merdan)

dakwatuna.com – Rutinitas selalu membuat kejenuhan. Keluarga yang terjebak dalam kehidupan yang monoton dan mekanistik, juga akan mudah menghadapi kejenuhan. Melewati sepuluh tahun hidup berumah tangga, jika tidak pandai merawat dan merefresing kondisi keluarga, akan memunculkan kejenuhan dan kebosanan. Sangat bosan, karena melalui hari-hari dengan monoton tanpa kreasi dan kebaruan.

Istri yang banyak berada di rumah merasa jenuh oleh dunia sempit yang mengurungnya, dari satu ruang ke ruang yang lain. Demikian juga suami, ia jenuh oleh rutinitas bekerja mencari kehidupan, sehingga kurang memper­hatikan urusan rumah tangga. Lantas, semua pihak minta dimaklumi. Lelah, jenuh, membuat suasana emosional dan mudah meledak amarah.

Yang diperlukan untuk menghindarkan dari kejenuhan hidup berumah tangga adalah melakukan refreshing cinta. Paling tidak, ada tiga sisi refreshing cinta yang perlu dilakukan oleh suami dan istri untuk menghindarkan diri dari kejenuhan.

Refreshing Spiritual

Hendaknya suami dan istri menyempatkan waktu untuk selalu memperbarui niat dan visi berumah tangga. Ada hal-hal spiritual yang menjadi pengikat hubungan suami dan istri, bukan semata-mata ikatan formal berupa surat nikah dan ikatan keinginan nafsu. Pernikahan adalah ikatan sakral atas nama Tuhan, yang dimaksudkan untuk menguatkan mata spiritual dalam kehidupan suami dan istri.

Menunaikan ibadah haji atau umrah berdua adalah sebuah contoh refreshing cinta yang bercorak spiritual. Ini memberikan ruang-ruang yang memadai bagi suami dan istri untuk melakukan kontemplasi, evaluasi, introspeksi dan retrospeksi. Kedua belah pihak berusaha untuk menyegarkan ikatan motivasi, ikatan visi, ikatan spirit yang membuat mereka bersepakat untuk membentuk sebuah keluarga.

Jika tidak memiliki kemampuan dan kesempatan menunaikan haji atau umrah berdua, bisa melakukan banyak cara untuk merefresh kehidupan spiritual bersama. Pergi ke masjid berdua untuk melaksanakan shalat berjamaah, memilih masjid yang favorit karena ada kenangan khusus pada masjid itu, juga merupakan sarana refreshing cinta. Jika dulu akad nikah dilaksanakan di masjid, kembali mengunjungi masjid itu merupakan salah satu bentuk refreshing yang menguatkan sisi spiritual suami dan istri.

Refreshing Emosional

Hendaknya suami dan istri menyegarkan kembali ikatan batin yang saat awal pernikahan terjadi sedemikian kuat. Ada suasana batin yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata, terjadi sedemikian erat dan kuat, tidak terpisahkan, dan saling tergantung satu dengan lainnya. Suami dan istri saling mencintai karena kecocokan jiwa, bukan semata-mata kecocokan fisik.

Kedekatan emosional antara suami dan istri sangatlah kuat, terutama pada masa awal pernikahan. Janji yang terucap saat akad nikah bukan semata-mata mengikuti tuntutan formalitas petugas pernikahan dari KUA dan tokoh agama, namun janji itu muncul dari kedalaman jiwa, dari suasana emosi yang sangat kuat dalam dada, dan dari suara batin yang paling dalam.

Ingat kembali masa-masa indah pada saat menjelang pernikahan, saat-saat bersejarah saat melaksanakan akad nikah, dan hari-hari pertama dalam kehidupan rumah tangga. Waktu-waktu itu merupakan puncak gelora jiwa antara lelaki dan perempuan yang dimabuk asmara. Bawa kembali suasana itu ke dalam kehidupan sekarang, setelah berjalan menempuh perjalanan panjang dalam keluarga.

Refreshing Situasional

Sesekali, suami-istri perlu pergi dari rumah berdua saja, meninggalkan anak-anak bersama pembantu rumah tangga atau anggota keluarga yang lain di rumah. Pergi ke suatu tempat rekreasi, atau ke hotel di kaki gunung, atau ke vila di tepi pantai. Mereka berdua bermalam di tempat itu untuk melepaskan berbagai macam kejenuhan keseharian.

Suami-istri bisa saling melakukan evaluasi berduaan terhadap perjalanan rumah tangga selama ini, tanpa diganggu keributan anak-anak. Perlu suasana-suasana baru yang sejuk dan nyaman, terbebas dari suasana rutinitas yang membosankan. Semua perasaan bisa diungkapkan. Dengan cara itu diharapkan pula akan terbentuk ingatan masa lalu waktu pengantin baru. Indahnya malam pertama, masa-masa perkenalan di hari-hari pertama pernikahan yang menge­sankan, ataupun bersama mengingat peristiwa-peristiwa masa lalu yang membangkitkan kecintaan dan kesenangan.

Apabila kondisi ekonomi pas-pasan, bisa mencari tempat wisata atau penginapan murah yang banyak dijumpai di wilayah sekitar. Acara tak harus mengeluarkan banyak biaya, yang penting tujuan tercapai. Suami-istri melepaskan kejenuhan rutinitas, sembari bercengkerama di hutan wisata, atau duduk berdua menunggu matahari terbit di pantai, atau melihat tenggelamnya matahari. Pembicaraan-pembicaraan ringan disertai canda akan banyak membawa kesan. Dalam suasana seperti itu suami-istri akan lebih dingin dalam menyelesaikan masalah, sehingga jika ada konflik tak akan berkepanjangan.

Selamat merayakan cinta, selamat menemukan kembali kehangatan dan gelora cinta dalam keluarga Anda.

Cahyadi Takariawan

Tentang Cahyadi Takariawan

Senior Editor di PT Era Intermedia, Pembina di Harum Foundation, Direktur Jogja family Center, Staf Ahli Lembaga Psikologi Terapan Cahaya Umat. Alumni Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM). [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Topik:

Keyword: , , , , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (19 orang menilai, rata-rata: 8,89 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • Abdillah

    Setuju..
    alhamdulillah semoga kita dikarunia keluarga sakinah.
    abdillahmt.com

Iklan negatif? Laporkan!
101 queries in 1,551 seconds.