13:22 - Rabu, 22 Oktober 2014
Rizky Priyatna

Mawar, Bunga yang Indah Namun Berduri

Rubrik: Puisi dan Syair | Oleh: Rizky Priyatna - 19/09/12 | 10:30 | 02 Dhul-Qadah 1433 H

Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Bunga yang sering menjadi lambang dari cinta
Romantisme dan berwarna tegas
Jika ia berwarna merah, maka ia akan berwarna merah darah, dan pekat
Jika ia putih, ia pun berwarna putih yang teguh, dan suci
Jarang mawar berwarna merah muda, meskipun mungkin ada

Bunga yang beraroma harum
Dengan kelopak-kelopak yang tertata, banyak,
Dan melindungi benang sarinya dengan seksama
Tidak mudah menggugurkan mahkota-mahkotanya
Meskipun dipetik dengan tangkainya dan diletakkan tanpa air,
Ia mungkin layu, tapi mahkotanya tetap tidak gugur!

Bunga itupun masih dilindungi kelopaknya yang tak kalah teguh
Sulit dijangkau, karena harus berhati-hati untuk memetiknya
Sebab tangkainya yang meskipun kecil, namun kokoh dan berduri
Setiap bagian bunganya begitu mantap dan teguh,
Selain bentuknya yang indah dan baunya yang harum
Mawar begitu mempesona.

Mawar begitu misterius, dan elegan
Semua membuat orang ingin menikmatinya, memetiknya, dan memilikinya
Namun sekali lagi… tidaklah mudah mendapatkannya
Harus berhati-hati agar durinya tidak melukai
Tidak sembarang bisa diambil, bila tak ingin diserang oleh durinya
Tangkainya pun kokoh, tak mudah untuk dipatahkan

Begitulah Mawar, yang kuibaratkan sebagai perhiasan dunia
Intan permata penyejuk hati, Yaitu Wanita Shalihah
Kecantikannya terpancar dari sebuah keteguhan yang dalam
Kalaupun dianugerahi kecantikan fisik, dia akan semakin cantik
Kalaupun tidak, dia tetap memancarkan kecantikan yang lain
Kecantikan yang membawanya, pada sebuah derajat yang begitu tinggi, atau “Elegan”

Dia mengerti setiap detil dari dirinya begitu berharga
Karena untuk itulah dia menjaga, dan melindunginya dengan seksama
Betapa banyak ‘senjata’ yang dimiliki mawar, demi melindungi putik dan benang sarinya
Itulah perempuan, “Perempuan Islam”
Yang dituntut untuk selalu menjaga dirinya
Karena setiap bagian jasad, ruh dan akalnya memiliki potensi keindahan

Sangat teguh pendiriannya, ibarat teguh dengan warna yang dimilikinya
Tidak mudah meluruhkan harga dirinya
Untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan jalan prinsipnya
Betapa mawar tidak mudah menggugurkan mahkota bunganya meskipun ia layu
Dia akan menjaganya meskipun ia harus berjuang untuk itu,
Dan Keadaan tidak membuatnya lemah

Pesonanya itu tidak membuatnya pongah
Memancarkan keramahan, dan kebaikan
Membuat orang tidak berani mempermainkannya
Dengan pesonanya, ia akan menyeleksi siapa yang beruntung mendapatkannya
Dengan cara yang baik, bukan menyerobot apalagi memetiknya dengan paksa!
Sebab jika itu dilakukan, Sang Mawar akan melukai tangan pemetiknya yang kasar

Jika ingin memetiknya, ia harus meminta kepada Sang Pemiliknya
Siapa pemiliknya? Ia adalah sang pemilik mawar yang merawatnya dari kecil
Merawat dan menjaga Sang Mawar agar tumbuh menjadi muslimah yang teguh
Ketuklah pintu pagar di mana mawar itu tumbuh
Datangi keluarga di mana mawar itu tumbuh dan terjaga
Kemudian mohonlah pada Sang Pencipta Mawar
Karena Dialah pemilik dan pemeliharanya yang hakiki
Hingga mengetuk surga dengan keagungan yang terjaga!

Insya Allah.. Aamiin

Rizky Priyatna

Tentang Rizky Priyatna

Mahasiswa Bina Sarana Informatika Program Akademi Manajemen Informatika. [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , , , , , , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (30 orang menilai, rata-rata: 9,10 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
108 queries in 1,371 seconds.