15:13 - Minggu, 19 Mei 2013

Motivasi Jokowi Adalah Karier, Bukan Pengabdian

Rubrik: Daerah, Nasional | Kontributor: Tim dakwatuna - 18/09/12 | 10:32 | 01 Dhul-Qadah 1433 H

Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Ternyata motivasi Jokowi menjadi calon gubernur DKI Jakarta adalah ingin peningkatan karier. Hal itu tercermin dalam jawaban Jokowi atas pertanyaan Foke dalam debat Jakarta Memilih yang disiarkan langsung di salah satu TV Swasta hari Munggu pukul 19:00 (16/9/2012).

Fauzi Bowo menanyakan kata-kata manis Jokowi kepada rakyat Jakarta dan motivasinya menjadi cagub DKI. Menjawab pertanyaan itu, Jokowi mengatakan dirinya ingin meningkatkan karir.

“Pada saat Anda terpilih sebagai Wali Kota Solo Anda mengatakan kepentingan Warga Solo merupakan yang paling utama. Pada saat kita bertemu di Polda Metro Jaya, Anda juga mengatakan yang hampir serupa, Anda bilang kepentingan Jakarta dan warganya juga hal yang paling utama. Konflik batin apa yang terjadi pada diri Anda?” tanya Foke kepada Jokowi dalam debat tersebut, Jakarta, Minggu (16/9/2012).

Jawaban Jokowi tak langsung mengarah menjawab pertanyaan Foke. Namun, dia menyatakan niatnya menjadi cagub DKI dibolehkan oleh undang-undang dan merupakan upaya untuk peningkatan karir.

“Sebetulnya ini kan masalah UU, kalau memang UU tidak boleh mencalonkan diri saya tidak mencalonkan diri dari PDIP, tapi kan dibolehkan,” jawab Jokowi.

Tak puas dengan jawaban Jokowi, Foke terus mengejar. Dia kembali mengulangi pertanyaannya.

“Anda tidak menjawab pertanyaan saya, sebagai kawan kita boleh tahu kan,” ujar Foke.

“Kita ini bicara pemerintahan, ini kan proses pilkada, jadi ya tidak masalah. Lagi pula karir harus meningkat,” tutur Jokowi. (api/bisnis)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (17 orang menilai, rata-rata: 7,35 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • yahya

    nah.. keliatan sudah.. jokowi itu ga da bagusnya.. otak2 rendah.. dari caranya interaksi dgan masyarakat jga dah kliatan.. cara tangan metalnya.. shit.. pemimpin apa tu.. pemimpin tu mestinya punya wibawa di dpan masyarakat..

  • http://www.facebook.com/profile.php?id=1363343580 Ade Firman Fathony

    Kepada penulis artikel ini: Itu jawaban orang jawa, yang memilih jawaban baik yang tidak menyerang personal.

    Bagaimana misalnya kalau Joko Widodo menjawab langsung: “Saya dicalonkan menjadi gubernur DKI untuk menggantikan anda karena masyarakat menganggap anda tidak kompeten lagi mengurus DKI.”? Jelas saja Fauzi Bowo akan tersinggung. Dan itu tidak santun babar blas.

    Atau penulis artikel ini menginginkan jawaban itu? Ya, baiklah….

    • joko suroto

      Di iklan jokowi jelas-jelas menjelekin jakarta.
      Jadi jawaban anda karena dia orang jawa lebih memilih tidak menyerang adalah failed

  • http://www.facebook.com/Realzhavoe Voe Tomboy

    oooo untuk meningkatkan karir lari ke Kota besar ya pak … hehehehe sungguh Terlalu .. letsee aja ..

    • http://www.facebook.com/profile.php?id=1363343580 Ade Firman Fathony

      Pertanyaan: “Joko Widodo yang mengemis dan mengajukan diri menjadi cagub, atau beliau diminta oleh JK untuk menjadi cagub”?

      Implikasi “Mengajukan diri” dan “diminta” itu akan sangat berbeda.

      • Achmad Suhendra

        Jawabannye: Kalo die punya tanggung jwb yg besar yah dia itu akan ninggalin jabatannye sbg walikota solo, makanye hrs punya prinsip bung. Intinye karir bungkalo die msh menjabat dan ditawarin jabata n yg lbh tinggi, maka die gak akan menolak…

  • http://www.facebook.com/sugi.yani.9 Sugi Yani

    Gituu aza kok repottt?

  • http://www.facebook.com/agylnurhadi.kusumoputro Agyl Nurhadi Kusumo Putro

    berprasangka buruk terhadap orang lain dilarang dalam Islam, namanya BELAJAR ISLAM malah ngajarin yg gak bener gimana nih????

    • joko suroto

      Anda yang ber prasangka buruk. Sudah jelas-jelas dia ngomongnya kayak gitu. Eh, malah anda fitnah orang ngajarin nggak bener.

  • dimas

    bila Jokowi terpilih, dengan jawabannya seperti itu tidak apa-apa asalkan setiap masalah Jakarta dapat ia selesaikan dengan baik,walaupun ia tidak menjawab untuk pengabdian kpd rakyat, kalaupun nantinya kebijakan beliau mengecewakan umat muslim pada umumnya maka hikmahnya umat muslim nantinya akan memilih calon Gubernur lebih selektif dari sebelumya. Kalaupun kita salah akan menjadi bahan pembelajaran bagi warga dalam memilih Governor Batavia selanjutnya.

  • mas vad

    sebagian dari prasangka adalah dosa, hati2 ya buat yg punya web

Iklan negatif? Laporkan!
85 queries in 0,719 seconds.