Home / Berita / Nasional / PPP Kecam Film “IOM”, Minta AS Hukum Pelakunya

PPP Kecam Film “IOM”, Minta AS Hukum Pelakunya

Muhammad Romahurmuziy, Sekretaris Jenderal PPP. (wartakotalive)

dakwatuna.com – Jakarta. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengecam pembuatan film “IOM” yang menodai ajaran agama Islam serta menimbulkan gelombang anti-Amerika Serikat di seluruh dunia.

“Film berkualitas rendah tersebut hanya menunjukkan kebencian, pemahaman yang sempit dan sepihak dari pembuatnya,” kata Sekretaris Jenderal PPP Muhammad Romahurmuziy melalui siaran persnya, Senin.

Menurut dia, PPP meminta Pemerintah Amerika Serikat (AS) segera memproses secara hukum penodaan terhadap agama Islam yang dilakukan oleh Nakoula Bacile atau siapa pun nama aliasnya, termasuk semua orang yang terlibat dalam produksi film tersebut.

Langkah tersebut, menurut Romy, panggilan Romahurmuziy, bisa meredam eskalasi kekerasan anti-AS, memperlihatkan keseriusan Pemerintah AS dalam turut menjaga harmonitas kehidupan beragama, dan melokalisasi isu anti-AS kepada si pembuat film.

“Ini penting untuk menjaga agar eskalasi yang ada tidak semakin berkembang ke arah kesalahpahaman,” tutur Romy.

PPP juga menyesalkan jatuhnya korban, termasuk diplomat AS di Libya, atas adanya kekerasan yang dipicu beredarnya film tersebut.

Setiap negara, menurut dia, diharapkan tetap menghormati dan melindungi kedaulatan sebuah negara atas dasar prinsip hubungan internasional.

Ia menambahkan, proses hukum yang memadai harus tetap dilakukan terhadap para pelaku agar ketertiban hubungan antarnegara tetap terjaga.

Menurut dia, PPP juga meminta umat Islam Indonesia dalam mengekspresikan kesamaan sikap yakni mengutuk produksi film tersebut tetap menahan diri dari tindakan kekerasan dan menjaga kerukunan umat beragama.

“PPP mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak terpancing dengan provokasi atas nama apapun,” kata Romy.

PPP juga menyerukan kepada seluruh tokoh agama untuk menjaga seluruh umatnya dari tindakan provokasi yang mungkin dilakukan oleh kelompok radikalis yang salah arah dalam memahami ajaran-ajaran moderasi yang terkandung dalam setiap agamanya. (R024/Y008/Suryanto/Ant)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pelajar muslim

Dunia Islam Perlu Mendukung AS