Home / Berita / Nasional / Nahdliyin Minta Uang Pajak tak Dikorupsi

Nahdliyin Minta Uang Pajak tak Dikorupsi

Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Cirebon. Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdatul Ulama di pondok pesantren Kempek Kabupaten Cirebon menguatkan hasil kesepakatan bersama nahdliyin minta uang pajak dari masyarakat tidak dikorupsi.

Maswan Hardi perwakilan Nahdliyin dari Jakarta kepada wartawan di Cirebon, Senin (17/9) menuturkan, selama ini uang pajak yang dikelola oleh pemerintah harus ditinjau ulang. Pasalnya masih banyak diselewengkan padahal masyarakat sudah ingin membangun negeri ini dengan memberikan harta mereka.

“Pengawasan uang pajak masih dinilai lemah, karena koruptor leluasa mengasak hasil pembayaran pajak tersebut, harapannya mereka ditindak tegas,”katanya.

Sementara itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutan kunjungan di Munas Alim Ulama dan Konbes NU menjelaskan, pemerintah sudah berusaha untuk terus memperbaiki sistem perpajakan, menekan peluang korupsi dan menindak pelaku korupsi tersebut. Presiden mengajak seluruh Nahdiyin untuk menindaklanjuti kedua hal tersebut dan turut serta dalam pengawasan pajak.

Menurut Presiden, selama ini pajak masih menjadi pendapatan terbesar negara yang jumlahnya lebih dari 70 persen nilai APBN, pengelolaan dengan baik dan bijak terhindar dari korupsi akan mewujudkan kesejaahteran bagi seluruh masyarakat. (Ajeng Ritzki Pitakasari/Antara/ROL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Keuangan Islam dan Usulan Model Dewan Pengawas Syariah Turki