Home / Berita / Nasional / Presiden SBY: Penistaan Agama Bukan Kebebasan Ekspresi yang Benar

Presiden SBY: Penistaan Agama Bukan Kebebasan Ekspresi yang Benar

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. (inet)

dakwatuna.com – Cirebon. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) membentuk protokol internasional antipenistaan agama untuk menjaga perdamaian dunia.

Hal itu diungkapkan Presiden Yudhoyono saat memberikan pengarahan pada Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2012 di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat, Senin (17/9).

“Saya menyeru organisasi kerja sama dan PBB untuk memikirkan protokol internasional untuk mencegah hal-hal semacam ini terjadi lagi,” kata Yudhoyono.

Presiden dalam kesempatan tersebut menyatakan penistaan agama sangat pantas dikecam karena melukai hati masyarakat, mengganggu perdamaian, dan menyulut konflik.

Seperti film IOM yang telah melukai hati umat Islam dan mengakibatkan terjadinya protes di berbagai negara dan merenggut nyawa diplomat AS di Libya.

Presiden menilai, dunia dan masyarakat dunia harus aktif untuk menanggulangi penistaan terhadap semua agama guna mewujudkan perdamaian dunia. Menurut Presiden, penistaan agama bukanlah kebebasan ekspresi yang benar.

Sebab, menurut Presiden, kebebasan setiap individu memiliki batas. Hal itu juga tertuang dalam Pasal 29 Deklarasi Hak Asasi Manusia Universal.

“Kita punya deklarasi hak-hak asasi manusia dunia, ada pasal 29 yang sebetulnya membatasi penggunaan hak dan kebebasan, tidak boleh secara absolut, ada batasnya, misalnya berkaitan dengan moralitas dan ketertiban umum,” katanya.

Presiden juga menyatakan, UUD 1945 juga membatasi kebebasan yang diberikan, sehingga tidak melampaui batas.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga mengapresiasi protes di Tanah Air terkait dengan film IOM yang masih terukur dan tidak melampaui batas. (Ant/OL-04/MICOM)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. (viva.co.id)

Kapolri Tuding Masyarakat yang Ingin Ahok Segera Ditahan Miliki Motif Lain

Organization