Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Rindu Kembali

Rindu Kembali

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Tapak kecil menjejak
ringan mengayun tanpa beban
meski bukan membawa langkah-langkah panjang
melangkah pasti menyusuri jengkal demi jengkal perjalanan
tanpa lelah, hingga lelah…lelah menyapa
tak terbetik, kapan dan dimana kan berujung
tak bergeming dihalau tiupan angin dan gerusan ombak
saat itu….
kata adalah diri

Tapak kaki terus menjejak
tapi kini berbeda
ya…mereka berkata demikian
pun…ku merasakan
tapak kaki ini kini bukan lagi tapak kaki yang dulu
jejak ini tak lagi seperti dulu
kini berbeda
jejakku kini adalah tapak-tapak besar
langkahku adalah langkah-langkah panjang
tapi berat …
terpasung belenggu ragu
dunia telah merampasnya
saat itu…..
kata yang menjadi lakon layaknya istana pasir yang disapu ombak
kata hanyalah lisan
kata…hanya sekedar kata
tapi mengapa mereka justru menyuguhi pujian
aku pun semakin lena

Ahhh…Aku kini berbeda
langkah ini mengapa tak lagi seperti dulu
segala ingin telah ku genggam
tapi haus dan lapar terasa membunuhku
…..
aku kehabisan energi

Arghhh…gelisah meradang
nurani menggedor
terhempas di altar nur yang masih tersisa
ya…masih engkau sisakan cahaya di sebongkah hati ini
ketika salah dan dosa tak lagi mampu kunyatakan dalam angka
tak lagi bisa kujabarkan dalam kata
Engkau tak pernah tinggalkan aku meski aku selalu abai
Engkau selalu ada untukku meski tak kuanggap ada
pintuMu senantiasa terbuka saat kapan pun ku datangi
tak pernah Engkau membalasku melainkan dengan balasan
cinta
kasihMu ya Allah

Aku kini berbeda
tapak ini…jejak ini…langkah ini…diri ini…
sungguh aku ingin kembali
aku rindu
tapi gelap…aku kehilangan arah
meski teramat besar kerinduanku
takkan pernah bisa menggapaiMU
takkan pernah bisa menujuMU
hanya RahmatMU
karunia Rahman dan RahimMU
yang membuat aku mampu
yang bisa membawaku kembali
tuntun aku pulang ya Rabb

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Guru. Sederhana, pembelajar. Tinggal di Padangsidempuan.

Lihat Juga

Ilustrasi. (lovelydeen.tumblr.com / Yesjie)

Rindu si Penguntit Cilik