Home / Berita / Nasional / Metro TV: Kami Tidak Pernah Menyebutkan Rohis Sebagai Sarang Teroris

Metro TV: Kami Tidak Pernah Menyebutkan Rohis Sebagai Sarang Teroris

Logo Metro TV. (wikipedia)

dakwatuna.com – Terkait dengan maraknya twitter dan SMS yang menyampaikan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bahwa Metro TV menyebut Rohis sebagai sarang teroris, melalui situsnya Metro TV menyampaikan penjelasannya.

Pada penjelasannya itu Metro TV meengaskan tidak pernah menyebutkan hal tersebut. Berikut ini penjelasan lengkap dari Metro TV:

Pada 5 September 2012, Metro TV mengadakan dialog di program Metro Hari Ini bersama narasumber Guru Besar Universitas Islam Negeri Jakarta Profesor Bambang Pranowo, mantan Kepala Badan Intelijen Negara Hendropriyono dan pengamat terorisme Taufik Andri.

Dalam dialog tersebut Profesor Bambang Pranowo menyampaikan hasil penelitiannya bahwa ada lima pola rekrutmen teroris muda. Salah satunya melalui ekstrakurikuler di masjid-masjid sekolah. Saat dialog berlangsung, ditayangkan info grafik berisi poin-poin lima pola rekrutmen versi Profesor Bambang Pranowo.

Memang redaksi tidak menyebutkan sumber dari info grafik tersebut yang kemudian menimbulkan tafsir bahwa lima pola itu bersumber dari Metro TV. Untuk itu, Metro TV meminta maaf karena telah menimbulkan kesalahpahaman.

Metro TV kembali ingin menegaskan bahwa tidak benar jika dikatakan telah menyebutkan Rohis sebagai sarang teroris. Ketiga narasumber yang hadir juga tidak pernah menyebutkan bahwa Rohis adalah sarang teroris dalam dialog tersebut. Metro TV segera menyampaikan surat resmi dan tayangan lengkap ke KPI dan Dewan Pers. Terima kasih.

Namun sayangnya Metro TV tidak menjelaskan ekstra kurikuler apa yang dimaksud pada dialog tersebut. Dengan menyebutkan masjid-masjid sekolah sebagai tempat rekrutmen teroris muda, maka secara tidak langsung menyebutkan ekskul Rohis (Kerohanian Islam) Sekolah sebagai tempat rekrutmen teroris. Karena pada umumnya Rohis menggunakan sarana masjid sekolah sebagai tempat kegiatannya. Selain Rohis biasanya jarang ekskul lain menggunakan masjid sekolah. Selain itu, dengan menyebutkan masjid sekolah sebagai sumber rekrutmen teroris, secara tidak langsung Metro TV telah menfitnah umat Islam secara keseluruhan, karena masjid adalah sarana ibadah umat Islam. (hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (30 votes, average: 9,87 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Framing tidak berarti harus menyebut

  • ddd

    mungkin mereka kira ekskul di masjid2 sekolah itu drumband atau taekwondo kali -___-” atau bahkan mungkin rohkris -___-”
    apa mungkin ga pernah sekolah???sehingga ga tau ekskul di masjid2 itu namanya apa

  • ardi

    Makanya kalo ngomong dipikir dulu, jangan asal nyerocos aja. Apalagi klo soal agama sensitif banget.

  • matiin aja lah tuh orang

  • Kalian (musuh islam) menyebutkan kami teroris, sedangkan kami menyebut diri kami mujahid, kami men-teror hati/jiwa kalian, maka saksikanlah oleh mata kalian kebangkitan Islam, betapapun kerasnya kalian menghantam kami, kami tidak gentar karena Allah bersama kami,.

    Kami tidak segan menyebut kalian (musuh islam) “kafirin, musyrikin, munafikin” sebagaimana kerasnya Umar ibn Khattab berkata-kata terhadap kalian dulu, karena kitab suci kami (Al Quran) telah sangat jelas menunjukkan kebencian di hati kalian terhadap kami (Islam) sekalipun kalian menutupinya dengan kebaikan se-kualitas “bunda theresa”, tidak terbersit sedikitpun dihati kami untuk menjadikan kalian sahabat/teman dekat, apalagi menjadikan kalian sebagai pemimpin kami (kaum muslimin),.

    • y kalo yg sudah ngaji tau, gk akan ngangkat musuh islam jadi pemimpin. masalahnya mayoritas muslim di indo itu kurang mau mengkaji islam, dan musuh islampun tidak serta merta langsung mencalonkan diri mereka jadi pempimpin, melainkan dengan sebuah strategi. contoh nyata pemilihan gubernur DKI :)

    • muhammad afan

      true banget gan !!!!!!

  • Jika memang ini hasil pernyataan Profesor Bambang Pranowo, maka dia orang pertama yang harus bertanggung jawab atas hal ini.

    Sejak kapan teroris kumpulnya dimasjid..?? (pernyataan yang aneh…)

  • hafidz atamim

    Waspada donatur zionist dan JIL menyusup didalam partai NASDEM. Melalui media mereka propagandakan informasi dan memulai “perang” pemikiran.

    Apa jadinya bilamana Pemilu nanti NASDEM mendapat suara (DPD, DPR dan MPR atau bahkan Presiden), bisa2 keluar peraturan larangan “kegiatan keagamaan” dan penggunaan simbol2 keagamaan di sekolah2. Semua umat “beragama” harus bersatu, bergerak, mewaspadai dan melawan gerakan ini. “say no to NASDEM”

  • aa gyl

    awas bahaya ancaman teroris muda JARINGAN IBLIS LIBERAL yang banyak menyusupi kampus-kampus UIN seluruh indonesia. Pemahaman LIBERAL yang doktrin nya : hawa nafsu & akal manusia lah yang lebih rasional daripada kitab suci yang langsung di firmankan Tuhan melalui Rasul nya, itu adalah jelas – jelas TERORIS. Waspadai pola-pola pendidikan di UIN melalui dosen & rektor nya yang di indikasikan anggota & pengurus JIL ( JARINGAN IBLIS LIBERAL ). Salam..

  • walaupun maksudnya bukan rohis, tetap aja kesal ngebaca “salah satunya melalui ekskul di masjid-masjid sekolah” seakan-akan teroris itu selalu orang Islam. hadeuh -____-

  • Tauhid

    mungkin profesor itu udah kepinteran, jd ngomongnya udah ngelantur kemana-mana..

Lihat Juga

Peringati Hardiknas, Rohis SMA Bogor Sosialisasi Pendidikan Berdasarkan UUD 1945