Home / Berita / Nasional / Ketua PBNU: Buat Apa Bayar Pajak Kalau Masih Dikorupsi?

Ketua PBNU: Buat Apa Bayar Pajak Kalau Masih Dikorupsi?

Said Aqil Siradj. (tribunnews)

dakwatuna.comKetua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar mengaudit Dirjen Pajak. Pasalnya, banyak uang dari hasil pajak yang di korupsi.

“Kita minta BPK Pak Ali Masykur Moesa, coba untuk berapa uang pajak yang dikemplang oleh koruptor,” ujar Kang Said, saat memberikan sambutan dalam pembukaan acara Munas Alim Ulama dan Konbes PBNU, di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Sabtu (15/9/2012).

Kang Said mengatakan, permasalahan membayar pajak yang dalam ajaran Islam tidak ada ini, akan dikaji dalam Munas dan Konbes PBNU apakah masih wajib membayar pajak, jika uang pajak di korupsi.

“Kalau pajak dikemplang, kita minta agar pemerintah untuk mengkaji ulang. Buat apakah bayar pajak?” tegasnya.

Selain itu, Kang Said juga mengritisi banyaknya sumbangan-sumbangan yang diberikan kepada para calon kepala daerah saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“Daripada buat ngasih cagub atau calon kepala daerah, lebih baik bershadaqoh buat yatim piatu atau pesantren,” imbuhnya.

Dalam acara Munas dan Konbes PBNU ini, juga akan dibahas UU yang merugikan rakyat. Hasil dari Munas dan Konbes tentang UU tersebut akan diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk diajukan uji materi atau judicial review. (sus/okezone)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • wong butuh duwit

    kalau bisa rakyat di bebaskan dari pajak. siapappun yg mau ngasih aku uang 1 trilyun. akan saya ucapkan banyak terimakasih

  • Abil Gahtan

    masalah pajak baru saya setuju dengan kang said

  • Rahmad Widayat

    Yth, Bp. KH. Said Aqil Siroj… kok PBNU suka buat gemes ya…. dalam logika saya, bagaimana mungkin Nilai Rupiah, Harga Daging Sapi dan Kedelai bisa dibayangkan dapat terpengaruh oleh Kontes Haram, Eh, seminggu kemudian Kalau Dana Pajak dikemplang terus malah jadi Pelopor untuk “mengharamkannya”….. ya, wis pasrah. Insya Allah, senantiasa dalam lindungan hidayahNya…

Lihat Juga

Pemuda PUI: Jika RUU Pengampunan Pajak Disahkan, Maka Negara Dikendalikan Pencuri