09:40 - Rabu, 22 Mei 2013

Kisah Wali Kota Depok ke Kemenkeu Naik Kereta Api Hingga Bajaj

Rubrik: Daerah, Nasional | Kontributor: Tim dakwatuna - 12/09/12 | 09:40 | 24 Shawwal 1433 H

Wali kota Depok Nur Mahmudi Isma’il naik bajaj ke Kemenkeu. (twitter/@Humas_depok)

dakwatuna.com – Jakarta. Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, menghadiri acara pengelolaan keuangan di Kemenkeu, Jl Lapangan Banteng, Selasa (11/9) kemarin. Ia pun memilih menggunakan angkutan umum untuk menghadiri acara tersebut.

Nur Mahmudi menceritakan, ia berangkat dari rumahnya sekitar pukul 06.30 WIB menuju Pemkot Depok dengan menggunakan angkutan umum. Hal itu sengaja dilakukan untuk menerapkan program ‘Satu Hari Tanpa Kendaraan’.

“Saya naiknya dari Kelapa Dua, dan milih angkot yang pakai baju seragam resmi,” terang Nur Mahmudi, saat dihubungi, Selasa (12/9/2012).

Sekitar pukul 08.00 WIB, Nur Mahmudi lantas berjalan kaki menuju Stasiun Depok Baru. Berdasarkan petunjuk dari pegawai stasiun, Nur Mahmudi pun memilih naik kereta ‘balik’. Kereta ini biasanya melaju dari Jakarta menuju Depok dan kembali lagi ke Jakarta.

“Saya ikut dulu ke Depok Lama, baru kembali ke Jakarta dan bisa dapat duduk,” jelas politisi PKS ini.

Kemudian ia memilih turun di Stasiun Juanda dan naik bajaj menuju Kemenkeu. Hanya saja, bajaj yang ditumpanginya, tidak diperbolehkan masuk hingga lingkungan Kemenkeu.

“Bayarnya tadi berapa yah? Nggak tahu saya, soalnya sama teman-teman,” elak Nur Mahmudi saat ditanya ongkos yang harus dibayarkan ke pengemudi bajaj.

Usai mengikuti acara tersebut, ia pun kembali ke Depok menggunakan angkutan yang sama. Hanya saja kali ini ia memilih naik kereta api dari Stasiun Gondangdia.

Dalam perjalanan kali ini, Nur Mahmudi mengaku menyempatkan diri berbincang dengan beberapa warganya. Terutama menanyakan apakah warganya mengetahui lingkungan sekitar, terkait teroris yang marak.

Nur Mahmudi menemukan fakta menarik. Ada warganya yang bahkan tidak mengetahui siapa RT dan RW lingkungannya.

“Saya imbau supaya kita bisa kenali semuanya, mulai dari RT hingga presiden,” tutupnya. (mok/fiq/deticom)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (12 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • Kasmudi

    Sayang masyarakat Jakarta belum mau dipimpin oleh orang yang sholeh dan profesional… kedepan …mudah2an terwujud seperti halnya Depok

  • ddd

    like this banget..kalo boleh 3 kali menjabat,saya pilih lagi deh pak nur..ini mah foke ama jokowi lewaaattt…msh bnyk hal2 istimewa dr pak walikota yg satu ini,hanya saja beliau jarang membawa2 awak media,sehingga jarang terekspos..biarlah hanya beliau,warga/orng2 sekitar yg menyaksikan,dan Allah yang tau keistimewaan pak nur,sehingga menjaga keikhlasan beliau.ini menunjukkan bahwa semua ini bukan hanya utk pencitraan belaka..

Iklan negatif? Laporkan!
48 queries in 0,766 seconds.