19:12 - Senin, 24 November 2014

Hakikat Kebaikan Adalah Kesuksesan

Rubrik: Artikel Lepas | Oleh: Dewangga Pradhana - 10/09/12 | 19:20 | 22 Shawwal 1433 H

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Kenapa orang yang baik itu sering kali tampak tak menonjol, orang baik itu sulit untuk sukses? Sebenarnya orang yang baik pun tidak akan sukses karena dia tidak tahu bagaimana kebaikan itu menguatkannya. Karena kebanyakan dari mereka malah mengunci keberhasilan mereka dengan mengatakan bahwa bila ia bertindak jujur akan sulit untuk sukses, Maka bagaimana seseorang yang masih mempercayai hal tersebut mampu berhasil dengan kebaikan yang ia lakukan. Padahal Allah SWT mengajarkan hakikat kesuksesan bagi seorang muslim adalah kebaikan. Sudah lupakah kita akan fitrah ini, atau kita mulai mengingat kembali fitrah ini.

Setiap orang itu akan menghadapi kematian dan sesungguhnya pada hari kiamatlah disempurnakanlah balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka itulah kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Al Imran: 185)

Kelebihan lain dari membiasakan diri berbuat kebaikan adalah bahwa Allah SWT akan membalas sepuluh kali lipat amal tersebut seperti yang telah Allah SWT terangkan pada surah Al-An’am 165. Selanjutnya Allah SWT juga mengumpamakan orang yang menginfakkan hartanya dijalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tangkai yang setiap tangkainya ada seratus biji. Maha Besar Allah dengan segala KemurahanNYA

Maka tidak ada alasan kita untuk khawatir bahwa kebaikan yang kita lakukan tidak mendapat balasan dari Allah SWT atau menjauhkan diri dari kesuksesan karena kesuksesan dan rezeki yang kita terima semua adalah berasal dariNYA entah mereka penjahat sekalipun maka sumber dari kesuksesan dalam mendapatkan rezeki mereka adalah berasal dari Allah azza wajalla. Bedanya orang yang melakukan kejahatan dalam meraih kesuksesan maka kesuksesan mereka tidak mendapat berkah dari Allah SWT, bila itu adalah harta maka hartanya akan menghancurkan ia bahkan keluarganya, bila itu kedudukan maka kedudukan akan menjatuhkan seorang yang mencapainya tanpa memperhatikan kebaikan.

Kebaikan adalah bentuk syukur atas nikmat yang Allah SWT karuniakan, atas kesempatan yang Allah SWT berikan kepada kita untuk menambah bekal kita menuju kemuliaan. Tidak semua orang berkesempatan melakukan kebaikan. Banyak orang yang punya uang namun ia lupa untuk mendermakan hartanya maka ketika kita ada kesempatan untuk berderma maka berdermalah. Ketika di kendaraan misal ada seorang tua yang belum mendapat tempat duduk di sana kesempatan kita untuk melakukan kebaikan. Boleh jadi banyak orang yang punya kesempatan untuk memberikan tempat duduknya namun hanya Anda yang bisa menggerakkan hati untuk berbagi kebaikan. Selanjutnya kebaikan itu bisa menjadi semakin berharga bagi orang yang dalam kesempitannya namun masih bisa berbuat kebaikan. Maha Suci Allah yang Maha Melihat.

Bagi seorang muslim berbuat kebaikan adalah kebutuhan yang oleh Allah SWT akan diberi balasan di akhirat dengan pahala, ini berbeda bila seorang yang melakukan kebaikan itu seorang yang belum mendapatkan nikmat iman dan Islam dalam dirinya, maka kebaikan mereka tidak dapat menolong mereka kelak ketika yaumul hisab atau hari perhitungan amal. Selain pahala berbuat kebaikan bagi seorang muslim merupakan bentuk dakwah kepada orang-orang di sekitarnya agar timbul kasih sayang terhadap sesama dan merupakan wujud penghargaan atas nikmat kesempatan yang Allah SWT anugerahkan kepada kita

Ingatlah firman Allah SWT dalam Al-Quran Surat ke 103

Demi masa, Sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan, sera saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.” (QS. Al-Asr: 1-3)

Maha suci Allah dengan segala firmannya. Dalam perintah untuk melakukan kebaikan Allah SWT juga memberikan kepada kita contoh kebaikan-kebaikan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari seorang muslim yaitu untuk selain mengingatkan dan menyeru kepada kebaikan, karena setiap orang yang melakukan kebaikan yang Allah SWT anugerahkan lewat kita maka kita mendapatkan pahala yang sama tanpa dikurangkan sedikit pun. Sedang orang yang melakukan kebaikan sendiri maka sebenarnya hal itu untuk kebaikannya sendiri.

Atas dasar ini lah maka seorang muslim sangat mengherankan bila khawatir bahwa kebaikan yang ia lakukan akan menjauhkan ia dari kesuksesan. Padahal dengan melakukan kebaikan saja ia telah menyentuh hakikat kesuksesan. Semoga kebaikan yang kita lakukan tidak hanya menyinari kehidupan kita namun menginspirasi orang di sekitar kita untuk melakukan kebaikan pula. Dimulai dari keyakinan bahwa kebaikan itu anugerah, kebaikan itu kunci kesuksesan dan kebaikan itu menangkan. Mari berbagi kebaikan karena kita adalah seorang muslim. Belum tentu kesempatan untuk melakukan kebaikan hadir lagi dan lagi.

Semoga yang sedikit ini mampu memberikan kita kekuatan untuk menyemai kebaikan di manapun kita berada, menjadi orang yang kehadirannya dinantikan den ketiadaannya dirasakan kehilangan. Setiap orang bisa memberikan berbagai penilaian namun Allah SWT Dzat Yang Maha Adil lagi Maha Mengetahui isi hati.

Akhirul Kalam Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tentang Dewangga Pradhana

Aku selalu berusaha untuk menjaga duniaku yang luas bahkan meski diri ini hanya sebesar biji sawi atau pasir dilautan. Selalu kukatakan pada diri ini "Jika belum menjadi yang terbaik, jadilah… [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (4 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
86 queries in 1,777 seconds.