Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Ingat Kawan, Mengejar Dunia Seperti Minum Air Laut

Ingat Kawan, Mengejar Dunia Seperti Minum Air Laut

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Sahabat Muslim semua, belakangan ini kita sering mendengar banyak sekali motivator – motivator yang mempunyai tujuan agar tiap orang itu berada dalam kondisi bebas financial. Artinya, dengan bebas financial orang bisa membeli apa saja yang mereka inginkan dan diharapkan kebahagiaan bisa terwujud dan setelah bebas financial kita bisa bebas beribadah tanpa repot-repot untuk bekerja lagi. Pertanyaannya, apa iya seperti itu kondisinya?

Jawabannya ada benarnya juga, namun kondisi di lapangan justru sebaliknya, ada yang berusaha mencapai kebebasan financial dengan harapan bisa bersantai-santai kemudian dan beribadah dengan leluasa, tapi untuk mengejar status tersebut justru membuat aktivitas Ibadan dan dakwahnya menjadi terganggu. Kalau kondisinya demikian sebenarnya apa yang mereka cari? Padahal tiap orang itu berbeda-beda symbol kesuksesannya. Dan manusia sudah pasti tidak akan puas dengan dunia sampai mulutnya di sumpel tanah, alias MATI.

Cobalah renungkan, ketika dulu kita belum punya handphone dan kemudian berhasil memilikinya, setahun kemudian kita berhasrat memiliki handphone jenis terbaru. Saat belum punya motor dan ingin sekali punya, kemudian Allah mengabulkan, tiba-tiba beberapa tahun kemudian kita sangat ingin memiliki mobil. Dan saat punya mobil kemudian lihat mobil tetangga lebih bagus dan lebih baru, lalu kita berhasrat memiliki yang lebih baru juga, begitulah seterusnya hati manusia tidak akan puas dengan dunia. Mobil atau motor yang sudah ada tidak puas catnya begitu-begitu saja kemudian di hias – hias dengan stiker agar bagus dan tidak pernah berhenti menghiasi perhiasan – perhiasan dunia.

Tidak salah memang mengejar dunia, kemudian kekayaan yang kita raih kita gunakan untuk kebaikan. Karena memang sebaik-baiknya harta ialah ketika dipegang orang yang shalih, tapi yang harus diperhatikan ialah jangan sampai ketika mengejar dunia tersebut jangan sampai membuat terlena sehingga melupakan aktivitas ibadah yang lebih esensial pentingnya dibandingkan mengejar status bebas financial. Karena, ada pepatah seorang sahabat yang berkata “jika kamu bersyukur dan puas dengan rezekimu, kamu akan merasa seperti seorang raja di dunia” jadi ketika ada orang yang sudah punya rumah mewah, mobil mewah dll, namun masih merasa kekurangan dan belum puas, maka ia termasuk orang yang MISKIN, karena ia selalu merasa kekurangan.

Semoga bermanfaat.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 7,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Lihat Juga

Keluarga yang mengungsi dari Mosul. (aljazeera.net)

Lebih dari 52 Ribu Warga Mengungsi, Kondisi Warga yang Masih di Mosul Mengkhawatirkan