Home / Berita / Nasional / Menag: Perguruan Tinggi Islam Harus Punya Keunggulan

Menag: Perguruan Tinggi Islam Harus Punya Keunggulan

Menag Suryadharma Ali Msi didampingi Menpera Djan Faridz, dan Rektor Unwahas Semarang Dr Noor Achmad menandatangani prasasti peresmian Ponpes Tahfidzul Quran. (suaramerdeka.com / Anggun P)

dakwatuna.comMenteri Agama (Menag) RI Suryadharma Ali Msi menegaskan bahwa setiap perguruan tinggi (PT) Islam harus memiliki keunggulan yang menjadi beda di bidang tertentu dengan PT lainnya. Langkah itu agar PT tersebut mempunyai nilai tambah untuk menghadapi persaingan antar PT yang semakin ketat saat ini.

“Saya mendambakan setiap perguruan tinggi berbasis agama memiliki peluang yang sama dalam memajukan pendidikan dan mempunyai reputasi sebagai modal institusional untuk berkreasi serta berinovatif,” ungkapnya saat memberikan kuliah umum di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang.

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini menjalankan tri dharma perguruan tinggi menjadi tugas utama dan tidak dapat dipisahkan. Sebab, kehadiran PT di tengah masyarakat merupakan kontribusi yang sangat riil, apalagi dalam persaingan antara PT negeri atau swasta. Maka itu, untuk bisa meraih kompetisi tersebut PT harus berinovasi dan berkomitmen.

Untuk memajukan hal tersebut berbagai langkah harus ditempuh, di antaranya perubahan internal di institusi/lembaga tersebut, lalu upaya membuka prodi baru sesuai kebutuhan pasar. Adapun, untuk menjadi PT berbasis agama Islam yang unggul juga membutuhkan modal institusional yang penting untuk bisa dikembangkan.

“Maka itu saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Unwahas karena membangun pondok pesantren bagi para mahasiswa penghapal Alquran. Sebab, meskipun ini PT bagi masyarakat umum, tapi Ilmu Islam yang diutamakan di Unwahasa mampu mewarnai ilmu-ilmu lainnya,” kata Menag seusai menandatangani prasasti sekaligus meresmikan Ponpes Tahfidzul Quran Unwahas dengan didampingi Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz.

Pada kesempatan itu, Menag juga memberikan beasiswa kepada 10 mahasiswa penghapal Al Quran di Unwahas. Sementara itu, Rektor Unwahas Semarang, Dr Noor Achmad menyampaikan, pihaknya berharap dari institusi ini tidak hanya lahir para ilmuwan saja tapi juga para penghapal Alquran.

“Adanya ponpes dan pendidikan agama di kampus ini adalah sebagai upaya menyinergikan kehidupan kampus yang berkarakter dan berintelektual sesuai misi institusi untuk selalu mengedepankan identitas, karakter, dan komitmen moral dalam mendidik mahasiswa,” tandasnya. (Anggun Puspita/CN26/JBSM/SMCN)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • roni

    perbanyak jurusan ekonomi syariah dan hukum islam…

Lihat Juga

Kemenangan Trump dan Pengaruhnya Terhadap Mesir