Home / Berita / Internasional / Asia / Relawan ACT: Etnis Rohingya Kesulitan Peroleh Pendidikan

Relawan ACT: Etnis Rohingya Kesulitan Peroleh Pendidikan

Pengungsi Rohingya (AP/Okezone)

dakwatuna.com – Jakarta. Kesulitan dalam mendapatkan pendidikan yang layak, turut dirasakan oleh pengungsi Rohingya di Bangladesh. Selama ini, hanya International Islamic University Chittagong yang sepakat untuk menerima mahasiswa asal warga minoritas Myanmar itu.

“Salah satu universitas di Bangladesh yang mau menerima warga Rohingya hanya ada di Chittagong yaitu, Islamic University Chittagong. Kami juga meminta bantuan Indonesia khususnya untuk membangun media center untuk menyebarkan berita-berita terkait dengan pengungsi Rohingya yang ada di Arakan,” ujar relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Andhika Swasono, di kantor ACT, Jakarta, Kamis (6/9/2012).

Andhika menambahkan pula bahwa, tim ACT mungkin akan mengadakan kontak dengan LSM lokal di Bangladesh untuk membantu warga Rohingya berkuliah di perguruan tinggi. ACT berharap dapat memberikan beasiswa kuliah bagi pelajar-pelajar Rohingya.

Meski demikian, ACT pada saat ini lebih memprioritaskan bantuannya dalam lingkup pendidikan dasar bocah-bocah Rohingya dan pemberian bantuan pangan. Tak dapat dipungkiri, saat ini para pengungsi Rohingya itu sangat membutuhkan bahan pangan. Andhika pun mengatakan, tidak akan efektif bagi warga Rohingya untuk belajar dalam kondisi perut yang lapar.

Sejauh ini, pendidikan dasar bagi bocah Rohingya yang mengungsi di Saplapur, Bangladesh masih sangat memprihatinkan. Bocah-bocah itu bersekolah di madrasah bernama Darul Qur’an yang dindingnya terbuat dari bilik bambu.

Sekira 150 orang anak belajar di Darul Qur’an yang hanya memiliki empat orang guru. Mereka belajar agama Islam, bahasa Bangladesh, dan bahasa Inggris. Untuk alas duduk, mereka menggunakan karung goni dan untuk belajar, mereka memakai sabak.

Sementara itu di Teknaf, guru-guru justru mengajar bocah-bocah Rohingya itu dari rumah ke rumah. Hal itu disebabkan karena tidak ada fasilitas pendidikan yang bisa dimanfaatkan oleh mereka.(faj/okezone)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pengungsi Rohingya (channel 4)

Advokat: Jika Gagal Lindungi Rohingya, ASEAN Bubarkan Saja