Home / Berita / Nasional / Gubernur DIY Harapkan Umat Islam Pelajari Agama Secara Utuh

Gubernur DIY Harapkan Umat Islam Pelajari Agama Secara Utuh

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. (ANTARA/Regina Safri)

dakwatuna.com – Yogyakarta. Umat Muslim diharapkan mempelajari agama Islam secara utuh sehingga dalam menjalankan ibadah dan bermasyarakat sesuai dengan ajaran dan tuntunan agama, kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Kita belajar agama Islam harus secara utuh, yakni syariat dan hakikat agama. Jadi, belajar agama Islam itu tidak hanya syariatnya, tetapi juga harus mempelajari hakikatnya,” katanya pada Syawalan 1433 Hijriah Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Puro Pakualaman di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia jika umat Muslim mempelajari syariat dan hakikat agama Islam secara lengkap, maka dapat menjalankannya dengan baik. Jika agama Islam dijalankan dengan baik, maka akan meningkatkan silaturahim antara sesama umat.

“Banyak orang gagal dalam mempelajari Islam, karena tidak mempelajarinya secara utuh. Mereka belum dapat meningkatkan iman dan taqwanya karena hati dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat menjadi panutan masyarakat dan lingkungnya sesuai dengan ajaran agama Islam,” katanya.

Ia mengatakan Undang-undang Keistimewaan (UUK) DIY sudah disahkan dan tinggal menunggu pengesahan Presiden di Lembaran Negara. Masyarakat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan DPR RI yang telah memperjuangkan DIY tanpa pamrih, sehingga DIY telah diberi keistimewaan.

“Hal itu jangan membuat masyarakat DIY berlebihan dalam bersenang-senang karena masih banyak tugas yang diemban. Tugas Sultan dan Paku Alam harus bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat DIY,” katanya.

Selain itu, kata dia, para pegawai negeri sipil (PNS) diharapkan bisa menjalankan filosofi “Hamemayu Hayuning Bawana” sehingga dalam melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan dan menjalankan perintah leluhur. Dengan demikian, dapat berpartisipasi dalam menyejahterakan masyarakat.

“Sifat satria PNS dalam menjalankan tugas bisa dilihat dari semangat, kejujuran, cepat, dan tepat saat memberi layanan pada masyarakat. Hal itu dapat menjadi budaya pemerintah,” kata Sultan.

Ketua Panitia Syawalan KPH Darmodipura mengatakan kegiatan itu dihadiri sekitar 1.000 abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Puro Pakualaman.

“Para abdi dalem bersalaman dengan Sultan dan Paku Alam dalam rangka halal bi halal. Kegiatan itu diadakan karena Sultan dan Paku Alam berkenan menerima kami untuk bersilaturahim,” katanya. (ANT/Ruslan Burhani)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • captainc

    bener pakde, rakyat anda tuh sumber malapetaka di indonesia, kaum abangan, kaum sarungan NU yang masih gila dukun, santet, sihir itu sumbernya di wilayah anda sampe ke bali.

    • captainc

      terus yang baru sadar, malah jadi kaum cangkringan, bajunya aja lain, semuanya masih sama.

Lihat Juga

Muslim membagi-bagikan Al-Quran di Eropa. (islammemo.cc)

Austria Larang Pembagian Al-Quran