17:42 - Kamis, 24 Juli 2014

Kemenag Pastikan Al-Quran Salah Cetak Terkait Kasus Korupsi

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 03/09/12 | 20:54 | 15 Shawwal 1433 H

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Kementerian Agama (Kemenag) mengakui beredarnya sejumlah Al-Quran dengan kesalahan cetak adalah hasil produksi perusahaan yang diduga terkait dengan kasus korupsi.

“Ya, itu pencetaknya, mas,” kata Dirjen Bimas Islam Kemenag Abdul Djamil di Jakarta, Senin (3/9).

Sebelumnya, ditemukan sejumlah Alquran bermasalah yang kini beredar di masyarakat. Kesalahan pada Al-Quran tersebut, yaitu huruf terpotong karena kertas yang keriput, tanda baca, dan jumlah halaman yang kurang.

Contoh Alquran yang diteliti di antaranya dari Kantor Kemenag Bogor dan lainnya dari Cirebon dan Ciamis hasil cetakan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia (AAAI). Persoalan itu sudah dilaporkan kepada Dirjen Bimas Islam, Irjen Kemenag, dan Sekjen Kemenag pada 29 Agustus 2012.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan anggota Komisi VIII DPR Zulkarnaen Djabar sebagai tersangka korupsi karena diduga mengarahkan pegawai Ditjen Bimas Islam Kemenag agar memenangkan PT AAAI dalam proyek pengadaan Alquran.

Abdul Djamil mengaku telah mendapat laporan tentang kesalahan pencetakan Alquran 2011 dari masyarakat. “Masyarakat harus dilindungi agar tidak tersesat maka harus ditarik Alquran itu. Kami terus melakukan pelacakan terhadap kesalahan itu, kalau sudah menyangkut kekeliruan Alquran, harus tegas tak ada kompromi,” tandas Djamil.

Ia menjelaskan saat ini pihaknya telah menerima laporan masuk sebanyak empat kasus dari daerah yang terima Alquran bermasalah. Ia mencontohkan kesalahan pencetakan seperti halaman meloncat, halaman hilang, atau halaman berkurang. “Pokoknya kesalahannya fatal,” tegasnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Makruf Amin menegaskan mendukung langkah Dirjen Bimas Islam Kemenag untuk menarik Alquran bermasalah itu. “Kalau Kemenag sudah menyatakan terjadi kesalahan fatal ya kami mendukung secepatnya ditarik. MUI pun tidak perlu melakukan penelitian lagi kesalahan pencetakan Alquran itu,” tandas Makruf. (Bay/OL-04/MICOM)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (2 orang menilai, rata-rata: 9,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
72 queries in 1,344 seconds.